SEBUAH PERINGATAN PENTING bag. (1)

Peringatan…

Peringatan adalah sesuatu yang harus dan di anjurkan untuk tidak dilupakan.

Yang dikasih peringatan disini bukan siapa – siapa, terutama ya buat saya sendiri dan termasuk juga buat pembaca semua he.ho…

Yang intinya peringatan buat siapa saja yang berminat untuk mengkaji ilmu Akal,

Yang tela ditulis disini :MENGENALI FUNGSI-FUNGSI AKAL PADA MANUSIA

Apa yang harus diketahuinya..?

Yang harus diketahuinya adalah mengetahui setiap perkara yang ditemukan oleh Akal, selain Alloh Ta’ala dan Sifat – sifat-Nya.

Apa saja yang dimaksud dengan suatu perkara selain Alloh dan sifat-Nya itu…?

Yang dimaksud perkara selain Alloh itu ialah Ciptaan Alloh yang berjumlah Delapan jenis, diantaranya :

  1. Mumkin
  2. Jirim
  3. Jawhar
  4. Jisim
  5. ‘Arodl
  6. ‘Alam
  7. Muhdats
  8. Makhluk

Nah ini semua adalah suatu perkara yang baru dan sesuatu yang baru itu sudang pasti Makhluk (ciptaan), karena asal muasalnya tidak ada sama sekali dan adanya juga karena di ciptakan oleh Alloh.

Peringatan
Penampakan sebuah peringatan

1. Mumkin atau Jaiz

Sekarang tinggal kita ketahui satu persatu, biar lebih mengena dan nambah wawasan.

Poin pertama dari yang bisa diketahui oleh akal itu adalah Mumkin (Jaiz) .

Adapun pengertian Mumkin adalah:

اَلْمُمْكِنُ هُوَ مَا يَصِحُ وُجُوْدُهُ وَعَدَمُهُ

Artinya : “Yang disebut dengan mumkin itu adalah, sesuatu yang Sah keberadaannya ( bisa dimengerti oleh akal) dan Sah pula ketiadaannya (bisa dimengerti juga oleh akal)”.

Tapi dalam hal ini ( mengertinya ) itu bergantian. Cotohnya :

Seperti diri kita dan seluruh makhluk ( yang nampak dan tak nampak ) itu disebut Mumkin. Karena dinamakan mumkin itu sebab sanagat masuk akal dan bisa dimengerti antara ada dan tiadanya.

Supaya tidak tanggung pengetahuan kita, maka perlu kita ketahui juga bahwa Mumkin itu terbagi menjadi Empat bagian, diantaranya :

1. Mumkinul Mawjud Ba’dal ‘adam

Yang disebut Mumkinul Mawjud ba’dal ‘adam ( ممكن الموجد بعد العدم ) adalah keberadaannya itu (mumkin) setelah ketiadaan.

Contohnya gini : Seperti kita dan Makhluk – makhluk yang lainnya yang ada dijagat raya ini, semuanya berawal dari ketiadaan ( tidak ada ) terus di ciptakan dan menjadi ada.

2. Mumkinul Ma’duum ba’dal Mawjuud

Yang disebut dengan Mumkinul Ma’duum ba’dal Mawjuud adalah Mumkinnya yang sudah tiada setelah Ada.

Contohnya seperti orang – orang yang sudah meninggal dunia. Nah yang demikian itu dinamakan dengan Mumkin ma’duum ba’dal Mawjuud.

3. Mumkinu Sayuujadu

Mumkin yang seterusnya adalah Mumkinu Sayuujadu, yang disebut dengan Mumkinu sayuujadu adalah Mumkin yang akan Ada ( belum ada ) tapi dengan Kekuasaan Alloh akan di adakan (diciptakan).

4. Mumkinun ‘Alimalloohu Annahu Laa Yuujadu

Dan untuk pembagian Mumkin yang terakhir adalah Mumkinun ‘Alimalloohu annahu laa Yuujadu.

 Yang disebut dengan Mumkinun ‘Alimalloohu annahuu Laa Yuujadu adalah Mumkin yang diketahui oleh Alloh bahwa Mumkin tersebut tidak akan diciptakan.

Contohnya seperti : Adanya Tanduk dikepala kucing, yang demikian itu Sah – sah saja keberadaannya dan tidak Mustahil menurut Akal sebab Alloh itu Maha Kuasa untuk menciptakannya. Akan tetapi Alloh tidak menciptakannya.

Yang demikian itu disebut dengan Mumkinun ‘alimalloohu annahu Laa yuujadu.

Dengan demikian lengkaplah sudah sedikit uraian dari poin pertama yaitu Mumkin.

 

2. Jirim

Poin Peringatan yang selanjutnya adalah menjelaskan tentang Masalah Jirim. Karena dalam hal ini kaitannya sangatlah erat dalam Ilmu Tauhid.

Sekarang mari kita mulai saja biar gak bertele-tele, tapi sebelum beranjak lebih jauh dalam mengurai tentang Jirim, mari kita ketahui dulu apa pengertian Jirim.

Pengertian ( Ta’rifnya ) Jirim adalah:

مَايَتَحَيَّزُ قَدْرًا مِنَ الْفِرَاغِ

Artinya : Yang dinamakan dengan Jirim itu adalah suatu perkara yang membutuhkan akan adanya tempat.

Yang mana tempatnya itu seukuran dengan Jirim itu sendiri, Dan mengisi seluruh ruang  kosongnya, maka yang demikian itu disebutlah sebagai jirim.

Yang menjadi alasan disebut dengan Jirim, karena membutuhkannya pada suatu tempat.

Untuk selanjutnya, Jirim itu terbagi menjadi Dua bagian, diantaranya :

  1. Jirim Lathiif
  2. Jirim Tajassud
– Jirim Lathiif

Yang disebut Jirim adalah Jirim yang halus atau tidak nampak, seperti Angin dan lain sebagainya.

– Jirim Tajassud

Yang disebut dengan Jirim Tajassud adalaj Jirim yang memilik Jasad kasar.

Contohnya seperti : Batu, Kayu, Air, Hewan, Manusia dan banyak lagi yang lainnya…

Yang dua poin ini adalah bagian – bagian dari Jirim, dan selain itu ada juga ciri khususnya Jirim.

Ciri – ciri khususnya Jirim ( yang wajib ada pada Jirim)

Segala sesuatu yang kita temui dengan panca indera kita, itu tak lepas dari sebuah ciri khususnya atau tanda pengenalnya.

Nah disini juga sama saja dan penting untuk kita ketahui serta kita kenali apa saja yang menjadi tanda khusus ( ciri khusus ) yang ada pada Jirim.

Ciri khusus yang wajib pada yang dinamakan jirim itu jumlahnya ada empat macem, yaitu :

  1. Jirim harus punya tempat
  2. Jirim harus Bergerak serta bergantian, antara diam dan bergeraknya.
  3. Jirim harus mempunyai sifat, seperti warna putih, hitam dan sebagainya, pendek tinggi, besar, dan kecil.
  4. Jirim harus terbungkus oleh arah ( Jihat ) yang Enam, yaitu: atas, bawah, depan, belakang, kanan dan kiri.

Secara nalar akal sehat, kalau ada sesuatu yang Wajib, sudah tentu ada kebalikannya, apa kebalikannya dari wajib..?

Kebalikan dari wajib itu adalah Mustahil. Adapun keMustahilan dari sebuah Jirim itupun jumlahnya ada Empat, yang empat itu adalah :

  1. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak mempunyai tempat.
  2. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak bergerak dan tidak diam berbarengan dalam satu Jirim dan dalam satu waktu.
  3. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak punya sifat.
  4. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak terkurung atau terbungkus oleh arah yang Enam tadi.

Nah itu penjelasan antara yang wajib bagi sebuah Jirim dan yang Mustahilnya.

Sekarang tinggal kita buka apa yang Wenang atau Jaiz untuk Jirim?

Adapun kewenangan Jirim pun itu ada Empat macem, diantaranya :

  1. Wenang bagi jirim mau bertempat disana ataupun disini.
  2. Wenang bagi jirim mau bersifat hitam ataupun putih dan sifat yang lainnya.
  3. Wenang bagi jirim mau diarah (jihat) di atas ataupun dibawah dan yang lainnya.
  4. Wenang bagi jiri mau bergerak ataupun diam.
Keterangan untuk mengenali apa yang disebut dengan Jirim

Nah sekarang yang terakhir dari apa yang disebut dengan Jirim, ialah sebuah Jirim bisa dikenali dengan adanya sebuah keterangan tentangnya.

Apa saja yang bisa dijadikan sebuah keterang bagi Jirim..??

Keterangan bagi Jirim itu terdiri dari Empat kata, diantaranya :

  • أَيْنَ (Ayna) = Dimana
  • مَتٰى (Mataa) = Kapan
  • كَيْفَ (Kayfa) = Bagaimana
  • كَمْ (Kam) = Berapa

Jadi kalau yang namanya Jirim itu bisa dipertanyakan oleh empat kata kata diatas dan pasti jawabannya akan menjadi sebuah keterangan.

Lain halnya dengan Alloh, karena Alloh itu tidak bisa dipertanyakan oleh pertanyaan – pertanyan yang empat tadi. Sebab Alloh itu bukan Jirim dan beda dengan semua Makhluknya (ciptaannya).

Adapun kalau jirim itu memiliki Sepuluh perkara dibawah ini :

  1. Sehat
  2. Sakit
  3. Kaya
  4. Miskin
  5. Suka
  6. Duka
  7. Perkasa
  8. Lemah
  9. Hidup
  10. Mati

Sekarang lengkaplah sudah sedikit ulasan tentang Jirim. Dan untuk selanjutnya mari kita menelaah lagi untuk sepuluh poin peringatan diatas.

Berhubung di bab ini bahasannya agak panjaaang jadi mau saya Cut dua nomer dulu, insya Alloh sambungannya ada dipostingan berikutnya. Yang akan mengurai pengetahuan tentang :

Jawhar

Jisim

Arodl

والله اعلم

MENGENALI FUNGSI-FUNGSI AKAL PADA MANUSIA

Selamat berjumpa kembali sahabat Fillaah, mari kita melanjutkan lagi apa yang tertinggal kemaren dalam mengurai Bahasan tentang Batin manusia, sebab disana terdapat dua bagian yaitu Nafsu Akal ( Mengenali fungsi akal pada manusia ).

Karena adanya Nafsu dan akal itu merupakan sebuah alat untuk menilai harga dari seorang manusia, dan akal pula yang menjadikan manusi lebih mulia daripada makhluk yang lainnya. Sekarang mari kita pelajari sama.

Nafsu dan akal
Penggila

Akal

Pada perjumpaan kita kali ini, kita akan mencoba mencari tau apa itu akal..?

-Apa saja keUtamaan akal..?
-Ada berapa bagian akal…?
-Apa saja pendukung – pendukung akal…?

Sekarang mari kita ulas satu persatu dari poin – poin diatas, poin pertama kita harus tau dulu.

1. Apa yang disebut akal

Nah pada tahapan awal yang harus kita ketahui lebih dulu yaitu apa yang disebut akal, karena kita tidak akan tau seandainya kita belum mengetahui sebuah pengertian akal itu sendiri.

Untuk pengertian akal adalah :

اَلْعَقْلُ هُوَ لَطِيْفَةٌ رَبَّانِيَّةٌ رُوْحَانِيَّةٌ وَهِيَ حَقِيْقَةُ الْإِنْسَانِ وَهُوَ اَلْمُدْرِكُ اَلْعَالِمُ اَلْعَارِفُ مِنَ الْإِنْسَانِ وَهُوَ اَلْمُخَاطَبُ وَالْمُعَاقَبُ وَالْمُعَاتَبُ وَالْمُطَالَبُ

Artinya : “Akala itu ialah (جِسْمٌ لَطِيْفٌ) #anggota tubuh yang sangat halus, sebangsa Ruh. Yang tidak akan ada seorangpun yang mengetahui kecuali Alloh Ta’ala, akal itu haqiqatnya yang menjadikan sebab pada manusia untuk membuktikan dan mengerti atau mengetahui dan Ma’rifat darinya. Serta yang menjadi sebab akan perintah dan pertanggung jawaban, juga yang dipertanyakan serta ditagih nantinya”.

Dengan demikian alangkah bijaknya jika kita memaksimalkan fungsi akal, supaya disaat pembuktian nanti tidak sia-sia.Dan disaat adanya penagihan kelak.

Maka dari itu mari kita ketahui poin seterusnya, untuk memaksimalkan fungsi dari akal kita.

2. Apa saja Keutamaan Akal

Keutamaan akal itu adalah yang menjadi tolak ukur pada segala urusan duina maupun Agama, berupa adab kesopanan dan lain sebagainya.

Adapun yang menjadikan akal sebagai tolak ukur, karena akal itu mempunyai beberapa tahapan (derajat/martabat). Dan dari tahapan – tahapan itulah, maka terbentuklah sebuah keutamaan.

Merupakan sebuah pengetahuan mulia bagi kita seandainya kita mengetahui apa saja yang derajat / martabatnya akal ?

Martabat akal itu jumlahnya ada Empat (4), diantaranya :

1. Akal Huyuulaa i

Yang disebut Akal huyulaai adalah akalnya anak kecil yang belum bisa berfikir apa-apa.

2. Akal Malakah

Dan juag ada yang dusebut dengan Akal Malakah , yang disebut akal Malakah adalah akalnya orang yang sudah bisa berfikir.

3. Akal Bil Fi’li

Nah kalau akal Bil Fi’li adalah akalnya orang yang sudah bisa memahami segala sesuatu atau bisa mengerti akan suatu keadaan.

4. Akal Mustafaad

Derajat atau tingkatan akal yang terakhir adalah Akal Mustafaad, adapun yang disebut dengan akal mustafaad adalah akalnya orang yang sudah Pinter (dalam artian hasil olah pemikirannya itu sudah bisa memberi dan dialap Faidah oleh orang lain.

Nah dari empat poin diatas kita bisa menimbang dalam tingkatan yang mana akal seseorang, karena tak jarang orang yang umurnya sudah dewasa, tapi akal pemikirannya gak jauh beda dengan anak kecil.

Mengenali fungsi akal pada manusia
Habib Umar

3. Bagian – bagian akal

Untuk selanjutnya mari kita ulas apa saja bagian – bagian dari akal itu. Karena melalui bagian – bagian ini bisa tercapai sebuah kema’rifatan pada Sang Pencipta ( Alloh ).

Adapun bagian – bagian akal itu terbagi menjadi Lima Bagian. Yang lima itu ialah :

1. Akal Ghariziyyun

Yang disebut aka dengan Akal Ghariziyyun adalah ; Akal yang disediakan untuk membuktikan suatu Ilmu yang Nampak.

2. Akal Kasbi

Bagian akal yang selanjutnya adalah Akal Kasbi, yang dimaksud dengan akal kasbi ialah; akal yang dipakai untuk menentukan sebuah pilihan yang Baik.

3. Akal ‘Atho i

Selanjutnya Akal ‘Atho i, adapun yang disebut dengan Akal ‘Atho i adalah ; Akal yang menuntun akan  Taufiq dan Hidayah dalam agama Islam.

4. Akal Zuhaad

Berikutnya lagi adalah Akal Zuhaad, yang dimaksud dengan akal Zuhad adalah Akal yang dipakai untuk Bertapa ( red. Tidak tertarik ) pada hal keduniawian.

5. Akal Syarofii

Yang terakhir adalah Akal Syarofii adapun maknanya akal syarofii ialah ; Akal Nubuwwah (akal Kenabian) seperti akal yang dipersembahkan oleh Alloh kepada Baginda Nabi Muhammad shollallohu ‘alayhi wasallam.

Dengan demikian, adanya akal dalam badan manusia itu disejajarkan seperti adanya Raja di muka bumi, yang mana sama – sama membutuhkan pasukan – pasukan tertentu untuk menyelesaikan suatu perkara satu demi satu.

 

4. Yang menjadi pendukung Akal

Kaya mau menjelang pemilu saja pake bahasa dukung -dukungan segala he.ho..

Di atas telah diulas bahwa keberadaan akal dalam diri manusia itu kedudukannya ibarat Raja di muka bumi, adapun seorang raja itu sudah barang tentu mempunyai parlemen – parlemen yang bertanggung jawab dalam bidang masing – masing.

Nah keberadaan akalpun demikian ada pasukan khusus yang menangani dalam bidang – bidang tertentu, tapi jumlahnya tidak banyak kaya dewan – dewan Mentri.

Dan pasukan atau teman se-iya sekata nya akal itu hanya ada Empat, diantaranya :

  1. Baa’its Mustahits
  2. Muharrik
  3. Mudrik Muta’arif
  4. Dalil

Sekarang mari tinggal kita ulas satu persatu dari poin – poin diatas.

  • Baa’its Mustahits

Pasukan yang pertama adalah Baa’its Mustahits , pasukan ini bergerak dalam bidang Membangunkan, memotivasi, dengan menarik segala perkara yang dibutuhkan dan bermanfaat yaitu Syahwat.

Dan memberi dukungan untuk menolak segala macam perkara yang menghancurkan, yang menimbulkan ke madlorotan, yaitu Ghodlob (Marah).

Nah yang demikian itu ( poin pertama) itu disebut dengan Iradah Haditsah atrinya keinginan yang baru.

  • Muharrik

Poin selanjutnya adalah Muharrik. Muharrik itu ialah yang menggerakkan seluruh anggota badan supaya menghasilkan segala macam perkara yang di maksud.

Dan yang demikian itu disebut dengan Qudrat Haditsat, yang artinya Kekuasaan Baru yang ada dalam seluruh anggota Badan.

  • Mudrik Muta’aarif

Selanjutnya salah satu dari pasukan akal (wadia balad{sunda}) yaitu Mudrik Muta’aarif , Mudrik muta’arif adalah yang penelusuran sebuah pengetahuan dan membuktikannya pada segala macam perkara.

Bagian ini ( Mudrik Muta’arif) ada sepuluh macam, insya Alloh nanti dibahasan yang akan datang kita ulas dan simak bareng – bareng.

  • Dalil

Dan yang terakhir yang terkait dengan pasukan – pasukan akal adalah Dalil, kenapa dalil termasuk pada pasukan akal..?

Karena Dalil adalah yang akan menunjukkan pada suatu jalan, yaitu Ilmu dan Musyir serta bertugas untuk membimbing fikiran manusia.

Nah sekarang tinggal kita ulas dari poin nomer Tiga tadi yaitu Mudrik Muta’aarif yang terpecah menjadi Sepuluh bagian, dan yang Sepuluh bagian itupun menjadi Dua kelompok.

  • (5) Bagian anggota Lahir
  • (5) Bagian anggota Batin

Sekarang mari kita urai satu persatu dari lima bagian – bagian diatas.

Yang mencakup dari Lima bagian yang terdapat dalam anggota lahir ( Dzohir ) adalah :

1. Penglihatan 

Penglihatan yang bertempat di mata. Ta’alluqnya atau berkaitannya dengan Sebelas perkara :

  1. Terang
  2. Gelap
  3. Rupa jisim
  4. Latarnya
  5. Bangunannya
  6. Sifatnya
  7. Jauhnya
  8. Dekatnya
  9. Geraknya
  10. Diamnya
  11. Dan yang terakhir bilangannya.

2. Pendengaran

Pendengaran yang tersemat di telinga. Itu keterkaitannya (Ta’alluqnya) dengan Dua macem :

  1. Suara keras
  2. Suara lirih

3. Penciuman

Penciuman tersemat pada Hidung dan keterkaitannya (Ta’alluq) pada Dua perkara :

  1. Bau tak sedap
  2. Wangi

4. Pe_Rasa

Pe_rasa yang tersemat di Lidah dan keterkaitannya (Ta’alluq)nya dengan Tujuh perkara :

  1. Manis
  2. Asem
  3. Pahit
  4. Asin
  5. Sepet
  6. Getir
  7. Hambar

5. Peraba

Peraba tersemat pada telapak tangan dan lainnya, dan keterkaitannya atau pelarapnnya (Ta’alluq)nya pada Sepuluh perkara :

  1. Panas
  2. Dingin
  3. Basah
  4. Kering
  5. Halus
  6. Kasar
  7. Keras
  8. Empuk
  9. Berat
  10. Ringan

Nah itu rincian secara garis besar tentang Mudrik Muta’arif dalam bagian Dzohir.

Sekarang kita lanjutkan lagi dengan 5 uraian Mudrik Muta’arif di bagian batin yaitu :

1. Hissul Musytarok ( حسّ المشترك )

Hissul Musytarok adalah yang membuktikan dan menangkap segala gambaran – gambaran fisik (Hisi) yaitu yang bisa ditemui oleh panca indera yang sudah di urai diatas tadi.

Nah Hissul Musytarok itu bertempat di otak bagian depan, insya Alloh di akhir postingan ada gambarnya.

2. Al-Quwwaatul Khoyyaalii ( القوة الخيالي )

Al-quwwatul Khoyyaalii adalah Gudangnya Hissul musytarok tadi dan bertempat di belakang Hissul Musytarok.

3. Al Quwwatul Wahimmah ( القوة الوهمه )

Al quwwatul Wahimmah adalah organ otak yang membuktikan pada jenis – jenis perkara yang berkenaan dengan Ma’aniy ‘Aqliyyi (Yang tidak ditemukan oleh salah satu panca indera) ( bukan hisi/fisik atau kata lainnya metafisik ) dan keberadaannya Quwwatul Wahimmah ada di gurat tengah.

4. Al-Quwwatul Haafidzoh ( القوة الحافظة )

Al Quwwatul Hafidhoh itu adalah gudangnya (penyimpanan) dari Al-Quwwatul Wahimmah yang bertempat di otak paling belakang (otak kecil).

5. Al-Quwwatul Mutashirrfatu ( القوة المتصرفة )

Al-Quwwatul Mutashirrifah adalah yang mengatur, merubah, menyusun, memilah, mengumpulkan, serta menyambungkan Segala perkara. 

Dan Al-Quwwatul Wahimmah ini tempatnya melintang ditengah. Seperti ini gambarannya :

1.Hissul Musytarok2.Khoyyali3.Al-Wahimmah4.Al-Mutashorrifah5.Al-Hafidhoh

Mengenali fungsi akal pada manusia
Gambaran Mudrik Muta’aarif

Demikian lah yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua..

AAMIIN………………..

والله اعلم

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Kidung Rindu Penyejuk Qolbu

MENELISIK SISI MAKNAWI DARI BATIN MANUSIA

Es cincau bang thoyyib

Selamat berjumpa kembali saudaraku semua, pada pertemuan kali ini mari kita lajutkan kembali dalam menggali sebagian dari Ilmu Ilahi yang mana dalam bagian Ilmu itu terdapat bahasan yang memaparkan tentang MENELISIK SISI MAKNAWI DARI BATIN MANUSIA .

MENELISIK SISI MAKNAWI DARI BATIN MANUSIA
Jalan-tah

 

 

 

 

Dalam menelisik dan mengetahui Batin manusia yang akan kita bahas di Blog ini bukan batin yang dimaksud oleh Kedokteran badani, yang mana kalo yang di jelaskan oleh Doker itu hanya dari segi Hisi ( fisik )

 

Sebab sudah barang tentu ada perbedaan anyara Batin Manusia secara Hisiy( fisik ) dan secara Maknawiyah. 

Misalnya :

Kalau menurut hasil Pemeriksaan Dokter, si Fulan itu sehat, dalam artian tidak berpenyakit sedikitpun.

Tapi kalau yang diperiksanya dari sisi maknawi, menyatakan bahwa si Fulan itu berpenyakit Hatinya sebab Hasud menjadi kegemarannya, Takabur prilakunya, ibadahnya tidak ada ke ikhlasan (mengharapkan pujian dari Makhluk, malah Aqidahnya juga melenceng dari yang semestinya.

Dengan contoh contoh singkat ini, jelaslah sudah perbedaannya dari kedua sisi yaitu dari sisi Hisiy (fisik) dan dari sisi Maknawi.

Untuk selanjutnya, sehubungan yang akan kita ungkap disini tentang Ilmu Ushuluddin, yang mana Ilmu ini sangat erat berkaitan dengan Hukum akal, maka dalam mengawali bahasan tersebut lebih mengutamakan membahas tentang : Akal, Nafsu, dan Ruh, supaya kita bisa membedakan satu persatu.

فاعلم

Ketahuilah…!!!

Bahwasannya didalam tubuh manusia itu terdapat Tiga unsur, unsur – unsur tersebut adalah

  • Ruh ( Nyawa )

Ruh atau nyawa itu berperan menjadi sebab hidupnya badan, dan itu menjadi syarat dalam segala hal. Nah untuk yang ini tidak usah kita bahas, sebab Haqiqatnya Ruh itu menjadi Rahasia Alloh subhaanahu wa ta’ala.

Kenapa Ruh gak bisa dijelaskan disini..?

Dikarenakan merujuk pada Firman Alloh dalam surat (Al-Isro’: ayat : 85) :

قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّي

Artinya : “Katakanlah…!!! Bahwa Ruh itu urusan Tuhan kami”.

Dengan demikian, maka disini tidak akan dibahas takut Suul adab karena ikut mencampuri urusan Ilahi.

Nafsu adalah yang menjadi sebab tetapnya hidup. Karena kalo orang hidup gak ada nafsu, berarti dia gak jauh beda dengan sebatang pohon.

  • Akal

Dengan disematkannya Akal pada manusia, maka haqiqatnya dia menjadi serba tau dan bisa Ma’rifat. Serta bisa membedakan antara manusia dan hewan dengan akalnya.

Untuk selanjutnya mari kita ulas dan bongakar satu persatu mulai dari yang namanya Nafsu dan Akal. Karena ini poin penting yang akan menggiring kita pada ke-Ma’rifata.

  • An-Nafsu

Poin pertama yang akan kita ulas adalah pengertian dan pembagian dari apa yang disebut nafsu. Karena Nafsu itu terbagi menjadi Dua jenis ;

Read More

MENGOLAH RASA DALAM MENGGAPAI CINTA YANG MAHA KUASA

Dikala orang – orang berlomba – lomba supaya bisa menggapai Haqiqat cinta-Nya yang maha kuasa, dengan banyak cara yang dilakukan sampai – sampai jalan yang salahpun ditempuhnya. Mengapa mereka menempuh jalan yang salah…? Dikarenakan malasnya menggali dan mencari yang ahli dalam Mengolah Rasa dalam menggapai cinta yang maha kuasa.

Dan yang menjadi trend saat ini, memilih yang serba instant, makanya saat mengolah rasa dalam menggapai cinta Yang Maha Kuasa pun pake yang instant pula, ujung – ujungnya Cintanya pun hanya seketika, sehingga tak ada bekas sedikitpun yang tertanam dalam jiwanya.

Malah ngelantur nie bahasan……

Mari kita kembali ke topik diatas, yaitu mengolah rasa dalam menggapai cinta Yang Maha Kuasa. Kenapa bahasan kali ini dikasih topik demikian..?

Karena yang akan kita bahas saat ini adalah mengulas sedikit tentang Rasa karena kalo tanpa rasa, semuanya hambar dan tiada guna.

Dan yang akan di ulas disini adalah Rasa dalam beribadah supaya ibadah kita lebih gereget dan lebih sempurna.

Bahasan apa sih yang bersangkutan dengan Rasa dalam ibadah…? Bahasan tentang rasa dalam ibadah adalah Ihsan. (Semoga pembaca yang bernama Ihsan sesuai dengan makna dari kata Ihsan menurut keterangan yang ada).

Emang apa sih pengertian Ihsan…??  Pengertian Ihsan adalah :

اَلْإِحْسَانُ هُوَ اَنْ تَعْبُدَ رَبَّكَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَّمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Artinya : “Yang dinamakan Ihsan itu adalah : Ibadah (Menyembah dan men-Tauhid-kan) Engkau kepada Alloh seolah – olah engkau melihat-Nya. Seandainya engkau tidak bisa dengan cara melihat-Nya, maka perbaiki (sempurnakanlah) amal Ibadahmu sebab Alloh itu Maha Tau segala apa tentang-mu”.

Dengan demikian, kita harus mempunyai perasaan selalu dilihat oleh Alloh.

Adapun lafazh yang pertama yaitu : Read More

5 LANDASAN DASAR – DASAR AGAMA ISLAM

Islam

5-landasan-dasar-dasar-agama-islam Selamat berjumpa kembali saudaraku semua, mari kita lanjutkan lagi dalam mengulas sedikit pengetahuan dalam Agama Islam.

Semoga dengan bertambahnya pengetahuan kita, hati kita akan lebih kokoh lagi dalam memegang teguh agama Islam yang telah tertanam sejak dini.

Untuk pengetahun mendasar yang sebagian mungkin telah dikenalkan pada kita saat pendidikan PAUD, nah disinipun kita mencoba tuk mengingat kembali, dan apa saja 5 landasan dasar-dasar Agama Islam itu.

Baca juga : Agama

5-landasan-dasar-dasar-agama-islam yang 1. Pengertian Islam

Sebelum mengulas lebih jauh, mari kita ketahui dulu apa itu pengertian Islam. Pengertian Islam itu adalah :

اَلْاِسْلَامُ هُوَ اَلْاِنْقِيَادُ لِأَمْرِ اللّٰهِ وَالْاِجْتِنَابُ عَنْ نَوَاهِيْهِ

Artinya : “Yang disebut Islam itu adalah Turut, pasrah, dan Rido akan Hukum – hukum dari Alloh. Dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi dari segala apa yang dilarang oleh-Nya”.

5-landasan-dasar-dasar-agama-islam
Islam

Itu pengertian dari Islam. Adapun untuk penjelasan lebih rinci serinci-rincinya, dipersilahkan ikuti Majlis – Majlis pengajian terdekat saja biar lebih Ajib. Karena disini hanya akan menyampaikan secara garis besarnya saja.

5-landasan-dasar-dasar-agama-islam yang ke2. Rukun Islam

Landasan dasar selanjutnya adalah Rukun Islam. Rukun Islam terdiri dari Lima poin :

  • Mengucapkan Dua kalimat Syahadat, yaitu : 

أشهد ان لا اله الا الله واشهد أن محمدا رسول الله

Artinya : ” Aku bersaksi ( aku tahu, aku membenarkan, aku meyakini, aku percaya) bahwa tiada Tuhan yang layak disembah dengan sesungguhnya kecuali Alloh, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad itu Utusan Alloh”.

 

 

 

Read More

5 LANGKAH DASAR DALAM MEMPERKOKOH KEIMANAN

Alhamdulillaahi robbil-‘aalamiin kita masih bisa diperemukan kembali oleh Alloh Subhaanahu wa Ta’alaa, yang mana atas berkah dan rohmat-Nya, kita masih diberikan kesepatan tuk menghirup udara segar, supaya kita bisa lebih mempertebal keimanan.

 

Dan pada pertemuan kita kali ini, kita akan mencoba mengurai dari bahasan yang telah lalu yang tercantum dalam Bahasan yang pertama, pada poin terakhir yang MENJADI SYARAT BERDIRINYA AGAMA pada poin pertama yaitu IMAN
Alasan mendahulukan bahasan tentang Iman ialah dikarenakan, semua tulisan yang ada di Blog ini akan mengulas tentang masalah ke Iman an.

 

Dan semua yang ada kaitannya dengan keimanan. Mulai dari pengertian Iman, Rukun Iman, Jalan Iman, Martabat atau tingkatan Iman, dan kesempurnaan Iman.

Langkah pertama : Read More

MENGUAK MAKNA YANG ADA KAITANNYA DENGAN AGAMA

Agama

MUQADDIMAH

الحمد لله الذى قال في كتابه العزيز:  إن الدين عند الله الإسلام. أشهد أن لا إله إلاالله وحده لاشريك له الملك العلام . وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوث إلى كافة الأنام . والصلاة والسلام على سيدنا محمد أشرف الأنام. وعلى أله وأصحابه الكرام. ومن تبعهم إلى الوقة المعلوم.  Agama islam (أمابعد) 0: فاعلم

Ketahuilah … !!!

Read More

SELAYANG PANDANG

Ilmu Tauhid, ushuluddin

Selayang pandang escincau.com Didalam blog ini insya Alloh akan mengulas garis besar dari Ilmu Tauhid atau Ushuluddin, yang mana ilmu ini sangatlah penting bagi kita semua.

Adapun posisi Ilmu tauhid atau Ushuluddin itu sendiri ibarata suatu pondasi dalam sebuah bangunan, makanya untuk memperkokohnya mari kita gali secara perlahan.

Ilmu Tauhid, ushuluddin

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillaahi wahdahu
Wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah~
Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa Aalihii wa man waalaah…
Tulisan di blog ini akan dinamai ” ‘Aqidatun najiin fii Ushuuluddiin” yang artinya ” Keyakinan orang-orang yang selamat” yang akan menjelaskan Dasar-dasar Agama. Atau disebut juga ” Ilmu Ushuluddin, atau Ilmu Tauhid”.

Yaitu suatu Ilmu yang diperuntukkan supaya sampai pada keyakinan bahwa Alloh Ta’ala itu Maha Tunggal.
Yang menjadi motivasi bagi saya untuk nyusun tulisan disini adalah tiada lain tujuan yang paling utama, untuk mengingat-ingat pelajaran dulu waktu belajar ngaji di kampung.
Selain mengingat-ingat juga, masih tujuan utamanya : “Supaya anak-anakku kelak, gak hanyut dengan Modernisasi tekhnologi yang semakin hari semakin canggih”.

Read More