DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)

Melanjutkan bahasan yang tertunda dalam PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH yang belum tersampaikan yaitu Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) yang mana dalam mengutarakan dalil ini ada dua metode :

  1. Dalil Naqli.
  2. Dalil ‘Aqli.

Karena dalam menguraikan bahasan disini akan menggunakan kedua metode dalil tersebut.

Baca juga :Pengertian Dalil

Dengan demikian Sangatlah pantas jika kita mengetahui apa saja dalil dari sifat wujud itu.

1. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil Naqlinya

 

Yang menjadi dalil Naqli atau dalil hasil Nuqil dari ayat Al-Quran adalah dari Firman Alloh :

أَلَّذِى خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا …الاية

Artinya : ” Alloh itu yang menciptakan berlapis-lapis langit dan bumi, dan setiap perkara yang ada diantara langit dan bumi” ( Surat As-Sajdah ayat : 4)

Dan juga Firman Alloh dalam surat Al-Mujadilah ayat : 7 yang bunyinya :

مَا يَكُوْنُ مِنْ نَجْوٰى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَااَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا وَهُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَاكَانُوْا

Artinya : Tiada pembicaraan rahasia di antara tiga orang. melainkan Dia-lah yang keampat, dan tidaklah berlima melainkan Dialah yang Kenam. Dan tidak pula kurang dari demikian dan tidak lebih banyak melain- kan Dia ada serta mereka di mana saja mereka ada (oleh Ilmu-Nya).

Baca juga Versi Bahasa Sundanya : Dalil sifat wujud

2. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil ‘Aqlinya

Read More

PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH

Ahamdulillah Sahabat, kita masih dipercaya oleh-Nya tuk menatap indahnya Alam semesta. Yang mana Alam semesta ini adalah sebuah Dalil atau alasan akan adanya Sang pencipta. Fainsya Alloh dalam postingan PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH ini akan kita uraikan.

Karena dalam ulasan yang lalu yaitu dalam pembabaran 4 BAGIAN PENTING YANG HARUS DIKETAHUI DARI SIFAT 20 dan disana ada ulasan diantaranya Sifat Nafsiyyah, dan disana pun telah diulas bahwa sifat nafsiyyah itu hanya ada Satu sifat yaitu Sifat Wujud yang artinya Ada.

 

Penjabaran sifat Nafsiyyah (sifat Wujud)

 

Dan saat inipun akan kita bahas, pengertian dari sifat wujud itu. Pengertian dari sifat wujud itu adalah :

اَلْوُجُوْدُ هُوَ اِثْبَاتُ الشَّيْئِ وَتَحْقِيْقُهُ بِحَيْثُ يَصِحُّ اَنْ يُرٰى

Artinya : ” Wujud itu adalah Tetapnya suatu perkara yang sesuai dengan kenyataannya, sehingga terlihat Sah “.

Alloh Ta’alaa itu wajib keberadaannya dan adanya itu oleh Dzatnya, serta adanya Alloh itu tidak ada awalannya dan tidak ada Akhirannya pula (Abadi/Langgeng).

Adapun kebalikan dari Sifat Wujud itu adalah ‘Adamun yang artinya tidak ada. Jadi Mustahil dan sangat tidak masuk akal jika Alloh itu tidak ada.

Namun dalam kata Wujud yang berarti ada itu ada perbedaan pendapat diantara para Ulama di bidang ini. tapi kita tidak usah khawatir dengan perbedaan itu karena semuanya akan menjadi sebuah ilmu yang akan menjadi sebuah penerang kelak bagi kita.

Apa saja perbedaan itu ?

a. Penjabaran sifat Nafsiyyah menurut Imam Ar-Razi ( الرزي ) beserta Jama’ahnya

 

Arti Wujud menurut faham Imam Ar-Razi beserta Jama’ahnya itu adalah sebagai berikut :

أَلْوُجُدُ غَيْرُ الْمَوْجُوْدِ

Artinya : ” Yang dimaksud dengan Wujud itu adalah bukan Dzatnya yang ada, melainkan sifat perantara ada dan tiada, maka ini termasuk kedalam sifatul Hal ( حال )”.

Dengan demikian maka tidaklah naik pada level Mawjud (موجد ) dan tidak pula turun ke level Ma’dum ( معدوم ) karena wujud itu sifat Hal. Dan jika Wujud termasuk kedalam Sifat Hal, maka wujud itu tetap dan nampak berada diluar pada pembuktiannya ( Nafsul Amri / نفس الامر )nya.

 

b. Penjabaran sifat Nafsiyyah menurut Abul Hasan al-Asy’ariy

 

Kalau penjabaran Sifat Nafsiyyah menurut Qaul Abul Hasan al-Asy’ary itu adalah sebagai berikut :

 أَلْوُجُوْدُ عَيْنُ الْمَوْجُوْدِ، بِمَعْنٰى أَنَّهُ لَيْسَ زَائِدًا عَلٰى ذَاتِ الْمَوْجُوْدِ

Artinya : ” Wujud itu adalah Dzat yang ada, serta maknanya Wujud itu tidak melebihi pada adanya Dzat”.

Dengan demikian, maka makna Wujud itu termasuk kedalam Amrun I’tibariyyun ( امر اعتباريٌّ / perkara yang dikira-kirakan). Jadi wujud itu tidak tetap diluar hati tapi perkiraan dalam hati saja. Untuk penjelasan lebih terperinci silahkan dilihat dalam kitab Fathul Majid halaman 5-6.

Baca juga : Rindu kekasih

Read More

PENGERTIAN DALIL

Assalaamu’alaykum ww… Selamat berjumpa kembali Sahabatku, dalam pertemuan kita kali ini, kita akan menggali sedikit pengetahuan dari pengertian Dalil. Karena hampir semua bahasan yang ada diblog ini tak lepas dari kata-kata Dalil.

Makanya saat ini kita bahas terlebih dahulu bahasan tentang dalil, supaya tidak rancu dalam bahasan-bahasan yang akan datang.

Pengertian Dalil

 

Nah dalam pengertian dalil disini ada beberapa kategori, yaitu :

  1. Dalil menurut Lughat
  2. Dalil menurut Ushul Fiqih
  3. Dalil menurut Ahli Manthiq

Dan arti sebuah dalil dari setiap kategori itu berbeda antara satu dan lainnya, perbedaannya seperti berikut :

1. Dalil menurut Lughat

 

Sekarang kita akan melihat perbedaannya antara poin demi poin, yang pertama mari kita ketahui apa dalil menurut lughat..?? Read More