SIFAT SALBIYYAH YANG KE EMPAT

Sifat salbiyyah yang ke empat

Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Selamat berjumpa kembali sahabat Bang Thoyyib, tak terasa ya bahasan kita sudah sampai pada sifat salbiyyah yang ke empat yaitu sifat Qiyamuhu binafsihi.

SIFAT SALBIYYAH YANG KE EMPAT adalah Sifat Qiyamuhu binafsihi

Jika kita amati dari posting-posting sebelumnya, dalam menyampaikan sifat demi sifat yang diuraikan selalu menyertakan Makna dari sifat itu.

Dan insya Alloh dalam uraian sifat salbiyah yang yang ke empat (Qiyamuhu binafsihi) pun demikian yaitu akan kita uraikan sebuah makna dari sifat Qiamuhu binafsihi.

Jika akan diuraikan makna sifat salbiyyah yang ke empat (Qiyamuhu binafsihi) mari kita simak dibawah ini :

وَمَعْنَاهُ أَنَّ ذَاتَ اللّٰهِ تَعَالٰى غَنِيَّةُ عَنْ كُلِّ مَحَلٍ أَيْ ذَاتٍ تَقُوْمُ بِهَا وَغَنِيَّةٌ أَيْضًا عَنْ مُخَصَّصٍ أَيْ مَوْجِدٍ لِأَنَّهُ الْمَوْجِدُ الْأَشْيَاءِ

Artinya : Yang dimaksud dengan Qiyamuhu binafsihi itu adalah ” Sesungguhnya Dzat Alloh itu Maha Kaya, yakni tidak membutuhkan Dzat yang lainnya untuk ditempati (sebab Alloh itu Dzat, bukan sifat yang membutuhkan tempat untuk bersemayam”. Read More

SIFAT SALBIYYAH YANG KETIGA

Sifat salbiyyah yang ketiga

Assalaamu’alaykum sahabat Bang Thoyyib, Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita masih bisa dipertemukan kembali dalam uraian Sifat Salbiyyah. Dan sekarang kita sudah berada pada Sifat Salbiyyah yang ketiga, yaitu Sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi Silahkan simak dalam bahasan ini.

Sifat Salbiyyah yang ketiga (Sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi)

Seperti dalam bahasan sebelumnya, yang akan kita bahas pertama kali adalah makna dari sifat salbiyyah yang ketiga yaitu Sifat Mukhalafatun lil Hawaditsi. Seperti apakah maknanya…….????? Makna sifat Mukhalafatun Lil hawaditsi adalah :

  فَمَعْنَاهَا أَنَّهُ تَعَالٰى لَيْسَ مُمَا ثِلًا لِشَيْئٍ مِنَ الْحَوَادِثِ فِى الْحُدُوْثِ وَلَوَازِمِهٖ فِى ذَاتِهٖ وَلَا فِى صِفَتِهٖ وَلَا فِى أَفْعَالِهٖ

Artinya : Maknanya sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi adalah Wajib Alloh Subhanahu wata’ala tidak menyerupai seluruh makhluk yang baru (dalam artian Ciptaannya). Yaitu dalam segala ciptaan-Nya. Read More

SIFAT SALBIYYAH YANG KEDUA

Sifat salbiyyah yang kedua

Bismillaahirrohmaanirrohiim, Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh Sifat Salbiyyah yang kedua …

Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, selamat berjumpa kembali semoga Rahmat Alloh selalu tercurah kepada kita yang insya Alloh sedang mengingat, mempelajari, dan menggali sifat-sifat Alloh yang maha suci.

Jika Bahasan kita yang kemaren adalah mengetahui uraian sifat salbiyyah dan dilanjut dengan bahasan sifat salbiyyah yang pertama yaitu sifat Qidam, maka sekarang kita akan coba membahas sifat Salbiyyah yang kedua yaitu sifat Baqo’.

Sifat Salbiyyah yang kedua

 

Sekarang marilah kita mulai apa itu sifat salbiyyah yang kedua…? Dan apa makna dari sifat Baqo’…? Read More

SIFAT SALBIYYAH YANG PERTAMA

SIFAT SALBIYYAH YANG PERTAMA

Assalaamu’alaykum Sahabat Bang Thoyyib, Dalam cuplikan Uraian Sifat Salbiyyah yang telah lalu disebutkan, bahwa sifat salbiyyah itu terdiri dari lima sifat. Dan Sifat Salbiyyah yang pertama itu adalah Sifat Qidam.

Sifat Salbiyyah yang Pertama

Kenapa sifat Qidam dijadikan yang pertama dalam sifat Salbiyyah…? Karena Sifat Qidamlah yang pertama menghilangkan sifat yang tak layak bagi Alloh Subhaanahu Wa Ta’alaa, sesuai dengan Maknanya, yaitu :

وَمَعْنٰى الْقِدَامُ هُوَ عَدَمُ الْأَوَّلِيَّةِ لِلْوُجُوْدِ

Artinya : ” Makna Qidam itu adalah pertama tanpa ada permulaannya (perintis) “.

Yakni tidak ada permulaan bagi Alloh serta Adanya itu tidak didahului oleh ketidakadaan. Lain halnya dengan kita atau Makhluk- makhluk yang lainnya, sebab kalau makhluk itu (termasuk kita) semuanya ada permulaannya serta adanya juga didahului oleh tidak ada.

Dengan demikian bisa kita tarik kesimpulan bahwa yang namanya Makhluk itu adalah sesuatu yang baru keberadaannya, dengan demikian maka Mustahil Alloh itu Dzat yang Baru. Karena kebalikan dari Sifat Qidam itu adalah Huduts ( حُدُوْث ) maknanya Baru, maka sangat Mustahil jika Alloh baru.

Sebab yang disebut dengan baru itu pasti ada permulaannya, atau didahului oleh tidak ada. Sedangkan makna Qidam menurut Lughat itu adalah Terdahulu atau Lama, atau sudah setahun atau lebih sama seperti makna dari lafadh Qodiim ( قَدِيْمٌ ) dalam Firman Alloh yang tertuang pada Surat : Yaasiin ayat 39 yang berbunyi:

 كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ

Artinya : “seperti mayang yang sudah tua”.

Kutipan ayat diatas mencontohkan sifat dikala awal tanggal Hijriyyah yang terlihat yang terlihat bak seperti mayang yang sudah lama atau tua (melengkung). Atau seperti Firman Alloh yang tertuang dalam Surat Yusuf ayat 95, yang berbunyi :

إِنَّكَ لَفِيْ ضَلَالِكَ الْقَدْيْمِ

Artinya : ” sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu”.

(Keluarganya berkata) kepadanya (Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu) kesalahanmu (yang dahulu) disebabkan kecintaanmu yang berlebihan terhadap Yusuf, dan harapanmu yang selalu tak padam untuk bersua kembali dengannya sekali pun sudah lama masanya.

Kata Qodim dalam dua ayat diatas itu adalah menurut Lughot (bahasa) sebab dipake untuk mensifat Makhluk tidak untuk dipakai men_sifati Dzat Alloh.

Pembagian Qidam

SIFAT SALBIYYAH YANG PERTAMA
Dahulukan adab sebelum ilmu

Read More

URAIAN SIFAT SALBIYYAH

URAIAN SIFAT SALBIYYAH

Sahabat Fillaah, Alhamdulillaah kita bisa dipertemukan kembali disini bersama Bang Thoyyib yang akan memberikan kesegaran pada Iman kita. Dan saat ini kita akan membahas  Uraian sifat Salbiyah .

URAIAN SIFAT SALBIYYAH

Uraian sifat Salbiyyah ini akan memperjelas dari bahasan Sifat Nafsiyyahjadi disini kita akan mengetahui sifat apa saja yang akan ngasih penjelasan pada sifat Wujud/ Nafsiyyah.

Menurut ulasan yang telah kita lewati, bahwa sifat Salbiyyah itu terdiri dari 5 sifat, diantaranya :

  1. Sifat Qidam
  2. Sifat Baqo
  3. Sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi
  4. Sifat Qiyamuhu binafsihi
  5. Sifat Wahdaniyyat

Yang menjadi alasan sifat yang Lima diatas disebut dengan sifat Salbiyyah adalah karena makna atau Arti dari kata Salbiyyah itu adalah menghilangkan sifat-sifat yang tidak layak bagi Alloh Ta’ala.

Mari kita simak cuplikan – cuplikan dari satu persatu sifat Salbiyah.

Sifat Qidam

Nah sifat Qidam ini membuka atau menghilangkan sifat Baru, karena sifat Qidam ini mempunyai makna Terdahulu.

Sifat Baqo’

Sedangkan kalau sifat Baqo’ ini, menghilangkan sifat Fana atau Rusak pada Alloh. Sedangkan telah kita ketahui bahwa Alloh itu Abadi.

Sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi

Selanjutnya dari sifat Salbiyyah itu adalah sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi, yang mana sifat ini membuang bahwa Alloh itu menyerupai Makhluknya.

Sifat Qiyamuhu Binafsihi

Sifat Qiyamuhu binafsihi inilah yang membuang bahwa Alloh membutuhkan pada Dzat selain-Nya. Karena makna dari Qiyamuhu binafsihi ini adalah Alloh yang Maha kaya dengan Dzatnya.

Sifat Wahdaniyyat

Terakhir dari sifat Salbiyah ini adalah sifat Wahdaniyyat, sifat Wahdaniyyat ini membuang keyakinan bahwa Alloh itu terbilang, atau bisa dihitung oleh bilangan. Padahal Alloh itu adalah Maha Tunggal dalam Dzat, Sifat, dan Af’alnya.

URAIAN SIFAT SALBIYYAH

Dengan merujuk pada cuplikan diatas, bisa kita simpulkan bahwa Sifat Salbiyyah itu membersihkan (menolak) dari sifat- sifat yang tak layak bagi Alloh Subhaanhu Wa Ta’alaa dari bayangan dan prasangka hati manusia yang akan Ma’rifat.

Jadi dengan adanya kita memahami (mengerti) pada sifat salbiyyah, karena itu mempunyai syarat rukunnya. Dan yang menjadi syarat serta rukun dalam sifat salbiyyah itu ada Lima macem, diantaranya : Read More

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD

Assalaamu’alaykum Sahabat… Alhamdulillaah kita dipertemukan kembali dan bisa melanjutkan lagi sebuah bahasan dari Sifat wujud, yang mana dalam bahasan sifat Nafsiyyah ini memang sangatlah panjang. Bahkan dalam mengurai sedikit Dalilnya pun lumayan juga sehingga untuk pembahasan sebuah Kesimpulan dari sifat wujud pun baru bisa termuat saat ini.

Baiklah sahabatku, supaya tidak menghabiskan waktu mari kita mulai saja membeberkan Kesimpulan dari sifat Wujud itu. Walhasil dari sifat wujud itu kita harus meyakini bahwa Alloh itu Wajibul Wujud artinya Dzat yang Wajib keberadaanya dan tidak bis dimengerti jika Alloh itu tidak ada serta akal tidak bisa menerima jika tidak ada.

Karena Wujudnya itu tidak memakai bahan atau asal, tidak pula pakai perantaraan, yakni tidak diciptakan oleh yang lain. Tapi wujudnya itu  Wujud Dzati artinya Dzatnya itu meng_Istilzam pada Wujudnya. Bukan Alloh mengadakan dzat sendiri, bukan pula menciptakan Dzatnya sendiri, karena mustahil ada perkara meng_ada_kan dirinya sendiri ( Yang tidak ada mau membuat yang tidak ada pula) jika demikian maka sangat tidak masuk Akal.

Lihat juga : Halaman Aqidatunnajiin

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD
pemanis saja

 

 

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD

 

Semua makhluk (tidak hanya Manusia) bersaksi akan wujudnya Alloh, yakni semuanya mengakui akan Wujudnya Alloh entah oleh lisannya ataupun tingkah lakunya, entah secara ikhlas atau terpaksa, terkecuali Manusia yang buta (dibutakan) mata hatinya. Seperti Firman Alloh :

وَعَلٰى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ

Artinya : ” Dan ditetapkannya penglihatan mereka itu suatu penghalang”.

Ma’rifatnya dilebur seperti Qaum Dahriyyah yang menolak akan adanya Tuhan (Alloh), sementara mereka men_Tuhankan zaman sebab anggapan mereka itu bahwa adanya dunia dan Rusaknya itu bergantung pada kejadian alam dan Zaman, bukan oleh Alloh.

Nah yang mempunyai keyakinan  demikian itu sudah cap sebagai Ahli Neraka, Na’uudzu billaahi min dzalik. Dengan demikian kita harus berhati-hati jangan sampai punya keyakina seperti itu, tapi pupuklah keyakinan kita bahwa segala apa yang ada, itu diciptakan oleh Alloh dan semuanya Alloh yang ngatur karena tidak ada satupun yang bisa keluar dari kekuasaan Alloh.

 

Macam-macam Wujud

Seyogyanya kita harus tahu bahwa Wujudnya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala itu adalah  Wujud Mahdlun ( محض ) atau disebut juga Wujud Dzatiyyun sebab yang disebut wujud itu ada 2 Macam, diantaranya :

  1. Wujud Mahdlun محضٌ
  2. Wujud Muqayyad مقيد

Setelah kita tahu bahwa wujud itu ada dua macam, terus kita juga harus tahu satu persatunya, mari kita lanjutkan lagi bahasan kita.

1. Wujud Mahdlun محض

Yang disebut dengan wujud Mahdlun itu adalah Wujud Murni atau disebut juga dengan Wujud Dzati.

Untuk penjelasan dari Wujud Mahdlun itu terdiri dari sifat – sifat berikut :

  1. Qidam
  2. Baqo’
  3. Mukhalafatun lil Hawaditsi
  4. Qiyamuhu binafsihi
  5. Wahdaniyyat

Nah yang lima sifat diatas itu termasuk kedalam Sifat Salbiyyah yang insya Alloh dalam bahasan yang akan datang akan kita ungkap juga. Yakni sifat yang menolak sifat yang tak layak bagi Alloh.

Serta dipake buat menjawab pertanyaan – pertanyaan

  • Ayna أين = Dimana
  • Kayfa كيف = Bagaimana
  • Mata متى = Kapan
  • Kam كم = Berapa

a. Jika ada orang yang bertanya Dimana Alloh, Ayna Alloh اين الله..??

Maka jawabannya : Alloh itu tidak dimana – mana, karena pertanyaan dimana itu mempertanyakan sebuah tempat, sebab Alloh itu yang mempunyai Sifat Qiyamuhu binafsihi.

Yakni Alloh itu berdiri sendiri ( kaya sebab Dzat bukan sifatnya, dan juga tidak membutuhkan akan tempat ) sebab Alloh itu bukan Jirim dan tidak terikat oleh Jihat “Arah” yang enam yaitu :

  1. Atas
  2. Bawah
  3. Barat
  4. Timur
  5. Utara
  6. Selatan

Read More