Home » Kitab Amalan » ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID

ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID

Posted at November 12th, 2018

ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 Bahasan  TENTANG MAULID.

Assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh. Pada kesempatan kali ini Admin akan menyampaikan dawuhan ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID.

ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID

Apa saja Dawuh ABUYA ASSAYYID ALMALIKI…?? Mari kita simak dibawah ini dengan seksama.

.Banyak dalil yang bisa kita jadikan sebagai dasar diperbolehkannya memperingati kelahiran Nabi Muhammad Shalallohu ‘Alayhi Wasallam. Diantaranya :

1. Yang pertama

Peringatan Maulid Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan Beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya.

Sebagai tanda suka cita, Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba. Demikianlah rahmat Allah terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun.

Maka jika kepada seorang yang kafir pun Allah merahmati, karena kegembiraannya atas kelahiran sang Nabi, bagaimanakah kiranya anugerah Allah bagi umatnya, yang iman selalu ada di hatinya….??

2. Kedua

Beliau sendiri mengagungkan hari kelahirannya dan bersyukur kepada Allah pada hari itu atas nikmatNya yang terbesar kepadanya.

3. Ketiga

Gembira dengan Rasulullah Shallohu ‘Alayhi Wasallam adalah perintah Al-Quran. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira’.” (QS Yunus: 58).

Jadi, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyuruh kita untuk bergembira dengan rahmat-Nya, sedangkan Nabi Shollallohu ‘Alayhi Wasallam merupakan rahmat yang terbesar, sebagaimana tersebut dalam Al-Quran, “Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’: 107).

4. Keempat

Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam memperhatikan kaitan antara waktu dan kejadian-kejadian keagamaan yang besar yang telah lewat. Apabila datang waktu ketika peristiwa itu terjadi, itu merupakan kesempatan untuk mengingatnya dan mengagungkan harinya.

5. Kelima

Peringatan Maulid Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam mendorong orang untuk membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala :

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).
Apa saja yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang dituntut oleh syara’, berarti hal itu juga dituntut oleh syara’. Berapa banyak manfaat dan anugerah yang diperoleh dengan membacakan salam kepadanya.

6. Keenam

Dalam peringatan Maulid disebut tentang kelahiran beliau, mukjizat-mukjizatnya, sirahnya, dan pengenalan tentang pribadi beliau. Bukankah kita diperintahkan untuk mengenalnya serta dituntut untuk meneladaninya, mengikuti perbuatannya, dan mengimani mukjizatnya. Kitab-kitab Maulid menyampaikan semuanya dengan lengkap.

7. KeTujuh

Peringatan Maulid merupakan ungkapan membalas jasa beliau dengan menunaikan sebagian kewajiban kita kepada beliau dengan menjelaskan sifat-sifatnya yang sempurna dan akhlaqnya yang utama.

Dulu, di masa Nabi, para penyair datang kepada beliau melantunkan qashidah-qashidah yang memujinya. Nabi ridha (senang) dengan apa yang mereka lakukan dan memberikan balasan kepada mereka dengan kebaikan-kebaikan.

Jika beliau ridha dengan orang yang memujinya, bagaimana beliau tidak ridha dengan orang yang mengumpulkan keterangan tentang perangai-perangai beliau yang mulia. Hal itu juga mendekatkan diri kita kepada beliau, yakni dengan manarik kecintaannya dan keridhaannya.

8. Kedelapan

Mengenal perangai beliau, mukjizat-mukjizatnya, dan irhash-nya (kejadian-kejadian luar biasa yang Allah berikan pada diri seorang rasul sebelum diangkat menjadi rasul), menimbulkan iman yang sempurna kepadanya dan menambah kecintaan terhadapnya.

Manusia itu diciptakan menyukai hal-hal yang indah, baik fisik (tubuh) maupun akhlaq, ilmu maupun amal, keadaan maupun keyakinan. Dalam hal ini tidak ada yang lebih indah, lebih sempurna, dan lebih utama dibandingkan akhlaq dan perangai Nabi. Seperti yang terrangkum dalam Kisah Ini :

Lihat Juga video lainnya : Di Chanel BANG THOYYIB

Menambah kecintaan dan menyempurnakan iman adalah dua hal yang dituntut oleh syara’. Maka, apa saja yang memunculkannya juga merupakan tuntutan agama.

9. Kesembilan

Mengagungkan Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallan itu disyariatkan. Dan bahagia dengan hari kelahiran beliau dengan menampakkan kegembiraan, membuat jamuan, berkumpul untuk mengingat beliau, serta memuliakan orang-orang fakir, adalah tampilan pengagungan, kegembiraan, dan rasa syukur yang paling nyata.

10. Kesepuluh

Dalam ucapan Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam tentang keutamaan hari Jum’at, disebutkan bahwa salah satu di antaranya adalah, “Pada hari itu Adam diciptakan:” Hal itu menunjukkan dimuliakannya waktu ketika seorang nabi dilahirkan. Maka bagaimana dengan hari di lahirkannya nabi yang paling utama dan rasul yang paling mulia?

11. Kesebelas

Peringatan Maulid adalah perkara yang dipandang bagus oleh para ulama dan kaum muslimin di semua negeri dan telah dilakukan di semua tempat. Karena itu, ia dituntut oleh syara’, berdasarkan qaidah yang diambil dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud, “Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin, ia pun baik di sisi Allah; dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin, ia pun buruk di sisi Allah.”

12. Kedua belas

Dalam peringatan Maulid tercakup berkumpulnya umat, Dzikir, Sedekah, dan pengagungan kepada Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam. Semua itu hal-hal yang dituntut oleh syara’ dan terpuji.

13. Ketiga belas

Allah Subhaanahu WaTa’ala berfirman, “Dan semua kisah dari rasul-rasul, Kami
ceritakan kepadamu, yang dengannya Kami teguhkan hatimu:’ (QS Hud: 120). Dari ayat ini nyatalah bahwa hikmah dikisahkannya para rasul adalah untuk meneguhkan hati Nabi.

Tidak diragukan lagi bahwa saat ini kita pun butuh untuk meneguhkan hati kita dengan berita-berita tentang beliau, lebih dari kebutuhan beliau akan kisah para Nabi sebelumnya.

14. Keempat belas

Tidak semua yang tidak pernah dilakukan para Salaf dan tidak ada di awal Islam berarti bid’ah yang munkar dan buruk, yang haram untuk dilakukan dan wajib untuk ditentang. Melainkan apa yang “baru” itu (yang belum pernah dilakukan) harus dinilai berdasarkan dalil-dalil syara’.

15. Kelima belas

Tidak semua bid’ah itu diharamkan. Jika haram, niscaya haramlah pengumpulan Al-Quran, yang dilakukan Abu Bakar, Umar, dan Zaid, dan penulisannya di mushaf-mushaf karena khawatir hilang dengan wafatnya para sahabat yang hafal Al-Quran. Haram pula apa yang dilakukan Umar ketika mengumpulkan orang untuk mengikuti seorang imam ketika melakukan shalat Tarawih, padahal ia mengatakan, “Sebaik-baik bid’ah adalah ini.” Banyak lagi perbuatan baik yang sangat dibutuhkan umat akan dikatakan bid’ah yang haram apabila semua bid’ah itu diharamkan.

16. Keenam belas

Peringatan Maulid Nabi, meskipun tidak ada di zaman Rasulullah Shallallohu ‘Alayhi Wasallam, sehingga merupakan bid’ah, adalah bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), karena ia tercakup di dalam dalil-dalil syara’ dan kaidah-kaidah kulliyyah (yang bersifat global).

Jadi, peringatan Maulid itu bid’ah jika kita hanya memandang bentuknya, bukan perinaan-perinaan amalan yang terdapat di dalamnya (sebagaimana terdapat dalam dalil kedua belas), karena amalan-amalan itu juga ada di masa Nabi.

17. Ketujuh belas

Semua yang tidak ada pada awal masa Islam dalam bentuknya tetapi perincian-perincian amalnya ada, juga dituntut oleh syara’. Karena, apa yang tersusun dari hal-hal yang berasal dari syara’, pun dituntut oleh syara’.

18. Kedelapan belas

Imam Asy-Syafi’i mengatakan, “Apa-apa yang baru (yang belum ada atau dilakukan di masa Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam) dan bertentangan dengan Kitabullah, sunnah, ijmak, atau sumber lain yang dijadikan pegangan, adalah bid’ah yang sesat. Adapun suatu kebaikan yang baru dan tidak bertentangan dengan yang tersebut itu, adalah terpuji “.

19. Kesembilan belas

Setiap kebaikan yang tercakup dalam dalil-dalil syar’i dan tidak dimaksudkan untuk menyalahi syariat dan tidak pula mengandung suatu kemunkaran, itu termasuk ajaran agama.

20. Keduapuluh

Memperingati Maulid Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam berarti menghidupkan ingatan (kenangan) tentang Rasulullah, dan itu menurut kita disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana yang Anda lihat, sebagian besar amaliah haji pun menghidupkan ingatan tentang peristiwa-peristiwa terpuji yang telah lalu.

21. Keduapuluh satu

Semua yang disebutkan sebelumnya tentang dibolehkannya secara syariat peringatan Maulid Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam hanyalah pada peringatan-peringatan yang tidak disertai perbuatan-perbuatan munkar yang tercela, yang wajib ditentang.

Adapun jika peringatan Maulid mengandung hal-hal yang disertai sesuatu yang wajib diingkari, seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan, dilakukannya perbuatan-perbuatan yang terlarang, dan banyaknya pemborosan dan perbuatan-perbuatan lain yang tidak diridhai Shahibul Maulid, tak diragukan lagi bahwa itu diharamkan. Tetapi keharamannya itu bukan pada peringatan Maulidnya itu sendiri, melainkan pada hal-hal yang terlarang tersebut

semoga artikel ini bermanfaat didalam mendalami arti Maulid, dan semoga bisa menjadikan tambahan ilmu yg bermanfaat. Dan semoga kita digolongkan kedalam golongan yang cinta akan Rosulullah sehingga kelak kita dikumpulkan dengan Beliau kelak disurga

Pada hakikatnya Maulid tidak lain dan tidak bukan adalah perhimpunan untuk mendengar sirah Nabi صلى الله عليه وسلم, serta memperingati kurniaan Allah Ta’ala ke atas umat ini dengan kelahiran Nabi Yang Mulia Lagi Penyantun dan Penyayang صلى الله عليه وسلم.

Wallahu A’laam

Click here for more information about "ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID"

Wooww, very nice! I want to share this product!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg
Tags » ,

Write your comment about ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID




Related post to ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID

Best Product Reviews