Sekapur sirih

Sekapur sirih bukakitab.com Didalam blog ini insya Alloh akan mengulas garis besar dari Ilmu Tauhid atau Ushuluddin, yang mana ilmu ini sangatlah penting bagi kita semua.

Adapun posisi Ilmu tauhid atau Ushuluddin itu sendiri ibarata suatu pondasi dalam sebuah bangunan, makanya untuk memperkokohnya mari kita gali secara perlahan.

Ilmu Tauhid, ushuluddin

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillaahi wahdahu
Wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah~
Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa Aalihii wa man waalaah…
Tulisan di blog ini akan dinamai ” ‘Aqidatun najiin fii Ushuuluddiin” yang artinya ” Keyakinan orang-orang yang selamat” yang akan menjelaskan Dasar-dasar Agama. Atau disebut juga ” Ilmu Ushuluddin, atau Ilmu Tauhid”.

Sekapur sirih
[jetpack_subscription_form show_only_email_and_button=”true” custom_background_button_color=”undefined” custom_text_button_color=”undefined” submit_button_text=”Subscribe” submit_button_classes=”undefined” show_subscribers_total=”false” ]

Yaitu suatu Ilmu yang diperuntukkan supaya sampai pada keyakinan bahwa Alloh Ta’ala itu Maha Tunggal.
Yang menjadi motivasi bagi saya untuk nyusun tulisan disini adalah tiada lain tujuan yang paling utama, untuk mengingat-ingat pelajaran dulu waktu belajar ngaji di kampung.
Selain mengingat-ingat juga, masih tujuan utamanya : “Supaya anak-anakku kelak, gak hanyut dengan Modernisasi tekhnologi yang semakin hari semakin canggih”.

Dan juga banyak Ikhwan-ikhwan Muslim yang saya temui di Medsos supaya apa yang saya tulis pake Bahasa Nasional. Sementara tulisan aslinya pake bahasa lokal yaitu Bahasa sunda, bisa dilihat Disini
Dan saya hanya sekedar nyalin apa yg tertulis dalam kitab yang telah dirangkum oleh Guru-guru saya.

Penggagas

Dan hadirnya Tulisan Ilmu tauhid yaitu ” Aqidatun najin Fii Ushuluddin di blog yang sederhana ini, asal muasalnya atas permintaan Jama’ah pengajian rutin di : Madrasah Al-Falah, Kubang, Condong, Cibeureum, Tasikmalaya JAWA BARAT

Yaitu Murid-muridnya Syakhuna ” Ahmad Atsiruddin ( Kubang)

Mereka memohon pada penulis kitab supaya ngumpulin hasil dari Wejangan-wejangan Beliau terutama dalam Kajian Ilmu Ushuluddin, yang biasa di ajarkan oleh Beliau setiap pengajian Mingguan (seminggu sekali).
Dengan demikian Saya ” Penulis Kitab” berusaha mencari-cari semua tulisan Syaikhuna Ahmad Atsiruddin itu. Beliau wafat pada Tanggal : 22 Maulid 1394 H. Dan bertepatan dengan Tanggal : 15 April 1974 M.
Dan juga mengambil rujukan dari tulisan-tulisan Syaikhuna ” Muhammad Dimyathi Al-marhum”. Dan yang paling pasti merujuk dari kitab-kitab yang membahas tentang Ilmu Ushuliddin, Diantaranya :

Fathul Majid

As-Sanusiyyah

Kifayatul ‘Awam

Jawhar Tauhid

Tanwiirul Qulub

Tijanud Daruri

Nuurudh Dholam

Kasyifatus Saja

Dan masih banyak lagi kita-kitab yang lainnya. Intinya Penulis hanya sekedar Nukil, dan saya juga hanya sekedar mindahin tulisannya saja.

Terakhir seandainya pembaca Yang Budiman, menemukan suatu kesalahan dalam tulisan ini dari segi penempatan Dalil-dalil dan yang laennya. Maka itu mutlak kesalahan saya pribadi yang menyalin dan memlubliksaikannya.
Untuk itu saya sangat berharap Bapa, Ibu, dan sahabat-sahabat yang lainnya Berkenan untuk mengoreksinya, sehingga betul-betuk diteliti dulu dan Insya Alloh saya siap untuk berusaha membenahi kembali.
Dan semoga tulisan yang ada ini di Blog ini memberikan manfaat, khususnya buat saya dan keluarga. Umumnya, pembaca, sodara-sodara kaum Muslimin.

Aamiin

والسلام : الجامع والناقل، الذليل والحقير، والمفتقير الى رحمة المنان ومغفرة الرحمن. محمد عمران بن أحمد أثر الدين

Adapun yang tertuang didalam blog bukakitab ini antara lain :

Blog ini Berisikan :[

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

  1. Pengetahuan tentang Agama
  2. Ke Imanan
  3. Ke Islaman
  4. Ke Ihsanan

Anjuran Menutup Kepala

Anjuran menutup kepala [bukakitab.com] Alhamdulillaah pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan memuat sebuah tulisan yang berkenaan dengan tutup kepala.

Dari beberapa keterangan disebutkan bahwa kita itu dianjurkan untuk selalu menutupi kepala kita ini, alasannya mari kita lihat beberapa penjelasan dibawah ini.

Anjuran Menutup Kepala yang pertama

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Ia berkata :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يلبس قلنسوة بيضاء

Sesungguhnya Rasul SAW memakai kopiah putih [HR Baihaqi]

Catatan

Hadits di atas dinilai sebagai hadits dha’if karena dalam jalur periwayatannya terdapat perawi tunggal yaitu ibnu kharras dan ia dha’if. Ibnu Hajar al-Haitami berkata :

قد اتفق العلماء على جواز العمل بالحديث الضعيف في فضائل الأعمال لأنه إن كان صحيحا في نفس الأمر، فقد أعطي حقه من العمل به وإلا لم يترتب على العمل به مفسدة تحليل ولا تحريم ولا ضياع حق للغير.

Artinya : Para ulama sepakat atas bolehnya mengamalkan hadits dla’if dalam fadlailul a’mal (keutamaan amalan). Karena jika hadits tersebut ternyata benar, maka sudah seharusnya diamalkan. Dan jika ternyata tidak benar, maka pengamalan terhadap hadits tersebut tidaklah mengakibatkan kerusakan (mafsadah) menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, dan tidaklah menyia-nyiakan hak orang lain. [FathulMubin Fi Syarhil Arbain]

Tidak ada perbedaan pendapat diantara para ahli fiqih tentang kesunahan menutup kepala ketika shalat bagi laki-laki baik dengan surban atau yang semakna dengan itu karena begitulah shalatnya Nabi SAW. [Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyah]

Allah SWT berfirman : “Wahai anak keturunan Adam kenakanlah pakaian perhiasan kalian setiap kali kalian mengerjakan shalat” [QS al-A’raf : 31].

Diantara perhiasan seorang mukmin adalah penutup kepala, seperti songkok, dan imamah (surban). Kebiasaan Nabi saw, dan para sahabatnya, baik dalam sholat, maupun di luar sholat, mereka senantiasa mengenakan imamah (surban), burnus penutup kepala yang bersambung dengan pakaian), atau songkok. Read More

ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID


ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 Bahasan  TENTANG MAULID.

Assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh. Pada kesempatan kali ini Admin akan menyampaikan dawuhan ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID.

ABUYA ASSAYYID ALMALIKI MENJELASKAN 21 BAHASAN TENTANG MAULID

Apa saja Dawuh ABUYA ASSAYYID ALMALIKI…?? Mari kita simak dibawah ini dengan seksama.

.Banyak dalil yang bisa kita jadikan sebagai dasar diperbolehkannya memperingati kelahiran Nabi Muhammad Shalallohu ‘Alayhi Wasallam. Diantaranya :

1. Yang pertama

Peringatan Maulid Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan Beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya.

Sebagai tanda suka cita, Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba. Demikianlah rahmat Allah terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun.

Maka jika kepada seorang yang kafir pun Allah merahmati, karena kegembiraannya atas kelahiran sang Nabi, bagaimanakah kiranya anugerah Allah bagi umatnya, yang iman selalu ada di hatinya….??

2. Kedua

Beliau sendiri mengagungkan hari kelahirannya dan bersyukur kepada Allah pada hari itu atas nikmatNya yang terbesar kepadanya.

3. Ketiga

Gembira dengan Rasulullah Shallohu ‘Alayhi Wasallam adalah perintah Al-Quran. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira’.” (QS Yunus: 58).

Jadi, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyuruh kita untuk bergembira dengan rahmat-Nya, sedangkan Nabi Shollallohu ‘Alayhi Wasallam merupakan rahmat yang terbesar, sebagaimana tersebut dalam Al-Quran, “Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’: 107).

4. Keempat

Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam memperhatikan kaitan antara waktu dan kejadian-kejadian keagamaan yang besar yang telah lewat. Apabila datang waktu ketika peristiwa itu terjadi, itu merupakan kesempatan untuk mengingatnya dan mengagungkan harinya.

5. Kelima

Peringatan Maulid Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam mendorong orang untuk membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala :




“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).
Apa saja yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang dituntut oleh syara’, berarti hal itu juga dituntut oleh syara’. Berapa banyak manfaat dan anugerah yang diperoleh dengan membacakan salam kepadanya.

6. Keenam

Dalam peringatan Maulid disebut tentang kelahiran beliau, mukjizat-mukjizatnya, sirahnya, dan pengenalan tentang pribadi beliau. Bukankah kita diperintahkan untuk mengenalnya serta dituntut untuk meneladaninya, mengikuti perbuatannya, dan mengimani mukjizatnya. Kitab-kitab Maulid menyampaikan semuanya dengan lengkap.

7. KeTujuh

Peringatan Maulid merupakan ungkapan membalas jasa beliau dengan menunaikan sebagian kewajiban kita kepada beliau dengan menjelaskan sifat-sifatnya yang sempurna dan akhlaqnya yang utama.

Dulu, di masa Nabi, para penyair datang kepada beliau melantunkan qashidah-qashidah yang memujinya. Nabi ridha (senang) dengan apa yang mereka lakukan dan memberikan balasan kepada mereka dengan kebaikan-kebaikan.

Jika beliau ridha dengan orang yang memujinya, bagaimana beliau tidak ridha dengan orang yang mengumpulkan keterangan tentang perangai-perangai beliau yang mulia. Hal itu juga mendekatkan diri kita kepada beliau, yakni dengan manarik kecintaannya dan keridhaannya.

8. Kedelapan

Mengenal perangai beliau, mukjizat-mukjizatnya, dan irhash-nya (kejadian-kejadian luar biasa yang Allah berikan pada diri seorang rasul sebelum diangkat menjadi rasul), menimbulkan iman yang sempurna kepadanya dan menambah kecintaan terhadapnya.

Manusia itu diciptakan menyukai hal-hal yang indah, baik fisik (tubuh) maupun akhlaq, ilmu maupun amal, keadaan maupun keyakinan. Dalam hal ini tidak ada yang lebih indah, lebih sempurna, dan lebih utama dibandingkan akhlaq dan perangai Nabi. Seperti yang terrangkum dalam Kisah Ini :

Lihat Juga video lainnya : Di Chanel BANG THOYYIB

Menambah kecintaan dan menyempurnakan iman adalah dua hal yang dituntut oleh syara’. Maka, apa saja yang memunculkannya juga merupakan tuntutan agama.

9. Kesembilan

Mengagungkan Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallan itu disyariatkan. Dan bahagia dengan hari kelahiran beliau dengan menampakkan kegembiraan, membuat jamuan, berkumpul untuk mengingat beliau, serta memuliakan orang-orang fakir, adalah tampilan pengagungan, kegembiraan, dan rasa syukur yang paling nyata.

10. Kesepuluh

Dalam ucapan Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam tentang keutamaan hari Jum’at, disebutkan bahwa salah satu di antaranya adalah, “Pada hari itu Adam diciptakan:” Hal itu menunjukkan dimuliakannya waktu ketika seorang nabi dilahirkan. Maka bagaimana dengan hari di lahirkannya nabi yang paling utama dan rasul yang paling mulia?

11. Kesebelas

Peringatan Maulid adalah perkara yang dipandang bagus oleh para ulama dan kaum muslimin di semua negeri dan telah dilakukan di semua tempat. Karena itu, ia dituntut oleh syara’, berdasarkan qaidah yang diambil dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud, “Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin, ia pun baik di sisi Allah; dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin, ia pun buruk di sisi Allah.”

12. Kedua belas

Dalam peringatan Maulid tercakup berkumpulnya umat, Dzikir, Sedekah, dan pengagungan kepada Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam. Semua itu hal-hal yang dituntut oleh syara’ dan terpuji.

13. Ketiga belas

Allah Subhaanahu WaTa’ala berfirman, “Dan semua kisah dari rasul-rasul, Kami
ceritakan kepadamu, yang dengannya Kami teguhkan hatimu:’ (QS Hud: 120). Dari ayat ini nyatalah bahwa hikmah dikisahkannya para rasul adalah untuk meneguhkan hati Nabi.

Tidak diragukan lagi bahwa saat ini kita pun butuh untuk meneguhkan hati kita dengan berita-berita tentang beliau, lebih dari kebutuhan beliau akan kisah para Nabi sebelumnya.

14. Keempat belas

Tidak semua yang tidak pernah dilakukan para Salaf dan tidak ada di awal Islam berarti bid’ah yang munkar dan buruk, yang haram untuk dilakukan dan wajib untuk ditentang. Melainkan apa yang “baru” itu (yang belum pernah dilakukan) harus dinilai berdasarkan dalil-dalil syara’.

15. Kelima belas

Tidak semua bid’ah itu diharamkan. Jika haram, niscaya haramlah pengumpulan Al-Quran, yang dilakukan Abu Bakar, Umar, dan Zaid, dan penulisannya di mushaf-mushaf karena khawatir hilang dengan wafatnya para sahabat yang hafal Al-Quran. Haram pula apa yang dilakukan Umar ketika mengumpulkan orang untuk mengikuti seorang imam ketika melakukan shalat Tarawih, padahal ia mengatakan, “Sebaik-baik bid’ah adalah ini.” Banyak lagi perbuatan baik yang sangat dibutuhkan umat akan dikatakan bid’ah yang haram apabila semua bid’ah itu diharamkan.

16. Keenam belas

Peringatan Maulid Nabi, meskipun tidak ada di zaman Rasulullah Shallallohu ‘Alayhi Wasallam, sehingga merupakan bid’ah, adalah bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), karena ia tercakup di dalam dalil-dalil syara’ dan kaidah-kaidah kulliyyah (yang bersifat global).

Jadi, peringatan Maulid itu bid’ah jika kita hanya memandang bentuknya, bukan perinaan-perinaan amalan yang terdapat di dalamnya (sebagaimana terdapat dalam dalil kedua belas), karena amalan-amalan itu juga ada di masa Nabi.

17. Ketujuh belas

Semua yang tidak ada pada awal masa Islam dalam bentuknya tetapi perincian-perincian amalnya ada, juga dituntut oleh syara’. Karena, apa yang tersusun dari hal-hal yang berasal dari syara’, pun dituntut oleh syara’.

18. Kedelapan belas

Imam Asy-Syafi’i mengatakan, “Apa-apa yang baru (yang belum ada atau dilakukan di masa Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam) dan bertentangan dengan Kitabullah, sunnah, ijmak, atau sumber lain yang dijadikan pegangan, adalah bid’ah yang sesat. Adapun suatu kebaikan yang baru dan tidak bertentangan dengan yang tersebut itu, adalah terpuji “.

19. Kesembilan belas

Setiap kebaikan yang tercakup dalam dalil-dalil syar’i dan tidak dimaksudkan untuk menyalahi syariat dan tidak pula mengandung suatu kemunkaran, itu termasuk ajaran agama.

20. Keduapuluh

Memperingati Maulid Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam berarti menghidupkan ingatan (kenangan) tentang Rasulullah, dan itu menurut kita disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana yang Anda lihat, sebagian besar amaliah haji pun menghidupkan ingatan tentang peristiwa-peristiwa terpuji yang telah lalu.

21. Keduapuluh satu

Semua yang disebutkan sebelumnya tentang dibolehkannya secara syariat peringatan Maulid Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam hanyalah pada peringatan-peringatan yang tidak disertai perbuatan-perbuatan munkar yang tercela, yang wajib ditentang.

Adapun jika peringatan Maulid mengandung hal-hal yang disertai sesuatu yang wajib diingkari, seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan, dilakukannya perbuatan-perbuatan yang terlarang, dan banyaknya pemborosan dan perbuatan-perbuatan lain yang tidak diridhai Shahibul Maulid, tak diragukan lagi bahwa itu diharamkan. Tetapi keharamannya itu bukan pada peringatan Maulidnya itu sendiri, melainkan pada hal-hal yang terlarang tersebut

semoga artikel ini bermanfaat didalam mendalami arti Maulid, dan semoga bisa menjadikan tambahan ilmu yg bermanfaat. Dan semoga kita digolongkan kedalam golongan yang cinta akan Rosulullah sehingga kelak kita dikumpulkan dengan Beliau kelak disurga

Pada hakikatnya Maulid tidak lain dan tidak bukan adalah perhimpunan untuk mendengar sirah Nabi صلى الله عليه وسلم, serta memperingati kurniaan Allah Ta’ala ke atas umat ini dengan kelahiran Nabi Yang Mulia Lagi Penyantun dan Penyayang صلى الله عليه وسلم.

Wallahu A’laam

Kisah Sufi Gendeng Dan Musyafir

Kisah Sufi Gendeng

Alkisah di suatu daerah, ada seorang yang bernama Hamdun yang dianggap berkelakukan gila oleh sekitarnya Entah dari mana asalnya, tak satupun dari penduduk daerah itu mengetahuinya. Tiba-tiba saja hadir disana. kegilaannya biasa datang pada malam hari.

Hamdun akan bersyair dalam kegilaannya. Pada siang hari, terkadang ia berlari berkeliling pasar atau ikut bermain dengan anak-anak. Para penduduk sudah biasa melihat tingkah lakunya. Mereka
tidak khawatir pada anak mereka karena Hamdun tidak pernah menyakiti orang lain terlebih lagi ia sangat sayang pada anak kecil.Bahkan Ada saja orang yang kasihan dan membawakan makanan untuknya buat berbuka puasa.

Setahu mereka,
Hamdun tidak pernah terlihat berbuka siang hari, dan Tiada putus puasanya. Yang lebih mengherankan lagi, Hamdun tidak mau tidur di sembarang tempat. Ia lebih suka tidur di emper satu-satunya masjid di daerah itu. Ia selalu tidur pada pagi hingga petang dan berjaga pada malam hari.

Suatu malam, kala kegilaannya datang Handun bersyair:

wahai kekasih,
padamu aku memuji
padamu aku berbakti
engkaulah yang aku cintai

wahai kekasih,
jangan kau tinggalkan aku
jangan kau benci aku
jangan kau cemburui aku
karena cintaku hanya untukmu

Setelah bersyair berulang-ulang memuji kekasihnya iapun mengakhiri syairnya dengan menangis.

Read More

Bisnis didunia dapat Berkah di Akhirat

Bisnis Didunia dapat Berkah di Akhirat, Bisa kah..??

Jawabannya sangat Bisa, Karena selama hayat dikandung Badan, kita masih diberi kebebasan untuk mengeksplorasi kemampuan berfikir karena kita dianugrahi akal oleh Alloh subhaanahu wa ta’alaa.

Memangnya bisnis yang bagaimana yang keuntungannya bisa kita raih di akhirat..???

Jika Anda penasaran, silahkan ikuti terus postingan ini sampai akhir, karena disini akan saya bahas step by step langkah untuk mengolah bisnis Anda sampai mendapatkan hasil yang menjanjikan dari sisi duniawi dan mendapat berkah serta ganjaran ukhrowi.

Kalau Anda tidak berminat sukses dunia akhirat, silahkan abaikan saja postingan ini karena postingan ini akan memicu serta menggoyahkan kegoan Anda untuk mendapat rizqi yang barokah. Disini akan saya sampaikan beberapa langkah untuk meraih Berkah dari Alloh.

Baca dulu : Langkah awalnya

Bisnis Didunia dapat Berkah di Akhirat yang pertama

Pada Haqiqatnya apapun yang ada didunia ini adalah Anugrah (Berkah) dari yang maha Kuasa, namun yang menjadikan ladang Berkah ini menjadi sebuah ladang musibah karena dalam memperoleh dan mengolahnya dengan jalan yang salah.

Karena kita ini diberikan dua pilihan oleh Alloh, yaitu :

  1. Mau dengan jalan yang Sah
  2. Mau dengan jalan yang Salah

Nah dalam mengolah Bisnis Didunia Mendapat Berkah di Akhirat menjadi betul-betul terrealisasi, langkah pertama dan yang paling utama adalah ” Mebiasakan diri sebelum beraktivitas diawali dengan membaca Bismillaahirrohmaanirrohiim”.

Alasan keharusan membaca bismillaah sebelum beraktivitas atau melakukan sesuatu adalah merujuk pada keterangan yang disampaikan oleh Junjungan kita yaitu Rosululloh shollallohu ‘alayhi wasallam berikut ini  “Barang siapa yang melakukan sesuatu pekerjaan dengan tanpa diawali “Bismillah”, maka tidak akan ada keberkahan didalam pekerjaannya itu”.

Sumber keterangannya : Silahkan Kunjungi laman ini

Read More

SIFAT BASHOR

Sifat Bashor, Asslaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib Yang di Rahmati Alloh…. Lama kita tidak bersua dalam sebuah tulisan, dikarenakan kondisi kurang memungkinkan dan banyak kegiatan di dunia nyata, jadi terbengakalai semuanya. Untuk itu dari saya sebagai penulis menghaturkan berjuta Maaf yang tak terhingga.

Lihat ID Sang penulis dengan mengikuti tautan ini

Alangkah baiknya dalam kesempatan yang sangat berharga ini, kita langsung saja melanjutkan apa yang sedang kita bahas supaya tidak melebar kemana-mana. Karena jika tidak segera dilanjutkan, dikhawatirkan pengetahuan yang telah kita dapatkan dari bahasan Sifat Sama’ akan menggantung tidak ada kelanjutannya.

Silahkan dilihat bahasan sebelumnya :

Sifat Sama’

Jika sudah Anda lihat, sekarang kita tinggal melangkah pada Sifat Ma’ani yang lainnya yaitu sifat Bashor. Apa saja bahasan yang akan tertuang dalam tulisan kita ini…???

Read More

SIFAT SAMA’ Bagi Alloh

Sifat Sama' bagi Alloh

Sifat Sama’ bagi Alloh Alhamdulillah sahabat Bang Thoyyib,  sekarang kita sudah sampai pada bahasan sifat Ma’ani yang selanjutnya yaitu sifat Sama’. Namun Sebelum kita melanjutkan bahasan kita ini,  alangkah baiknya jika kita melihat-lihat lagi apa yang telah kita bahas sebelumnya yaitu sifat Ma’ani yang keempat.

Baca dahulu : Sifat Hayat

Nah Jika sahabat semua sudah membacanya, sekarang sudah saatnya kita melangkah pada sifat Ma’ani yang selanjutnya yaitu sifat Sama’ bagi Allah. Yang akan kita bahas disini tak lepas seperti bahasan-bahasan sebelumnya,  yaitu :

  • Pengertian/ ta’rif sifat sama’.
  • Muta’allaqnya sifat sama’
  • Masalah yang ada dalam sifat sama’
  • Dalil-dalil sifat sama’

Sudah siap untuk melanjukan bahasannnya…?

Saya yakin Anda semua sudah siap,  mari kita baca dan kita fahami dengan seksama ya, karena hanya kesungguh-sungguhanlah yang akan membuahkan sebuah ilmu manfaat bagi kita.

Pengertian/ ta’rif sifat sama’Bagi Alloh

Kita tidak akan mengetahui pada suatu bahasan permasalahan, jika kita tidak mendalami terlebih dahulu pengertian dari pokok bahasan tersebut. Maka dalam setiap bahasan yang terangkum dalam uraian ilmu Tauhid ini kita akan mengetahui atau membahas pengertiannya terlebih dahulu.

Adapun pengertian dari Sifat Sama’ bagi Alloh adalah sebagai berikut:

صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى متعلقةبجميع الموجودات من ذوات وأصوات على وجه الإحاطة تعلقا زائدا على تعلق العلم

Read More

SIFAT HAYAT ALLOH

Sifat Hayat Alloh

(escincau.com) Sifat Hayat Alloh, Assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang selalu di Rahmati Alloh. Agak telat nie melanjutkan bahasannya karena waktu yang kurang mendukung dan banyak urusan yang harus diselesaikan.
Supaya tidak menghabiskan waktu dengan celotehan yang kagak ada habisnya, maka mari kita lanjutkan saja bahasan kita yang terbengkalai dahulu yaitu kita masih membahas Bab sifat Ma’ani yang diawali dari Sifat :

  1. Qudrat
  2. Iradat
  3. Ilmu
  4. Dan sekarang Sifat Hayat Alloh

Jika kita urutkan maka Sifat Hayat Alloh ini termasuk pada deretan sifat Ma’ani yang ke Empat dan mempunyai posisi lain dari pada Sifat Ma’ani yang lainnya. Yang menjadi sebab sifat Hayat ini tidak sama dengan sifat-sifat ma’ani yang tiga diatas karena sifat Hayat Alloh itu tidak adanya Ta’alluq, Untuk lebih jelasnya silahkan lihat uraian terdahulu.
Lihat lagi : Uraian sifat Ma’ani

SIFAT HAYAT ALLOH

Read More

QODLO DAN QODAR

qodlo dan qodar

(escincau.com) Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tentang Masalah Qodlo dan Qodar. Dan bahasan ini sebagai bukti dari postingan yang telah kita lewati, yaitu tertuang dalam kutipan Sifat Iradat.

Baca dahulu : SIFAT IRADAT

Alasan pembahasan Qodlo dan Qodar dibuat terpisah karena ini sangat berhubungan dengan Sifat Ma’ani yang Tiga, yaitu :

  1. Sifat Qudrat
  2. Sifat Iradat
  3. Sifat Ilmu

Dan kita dituntut untuk meyakini bahwa segala rupa perkara yang sudah terbukti atau hendak dibuktikan, entah itu perkara yang jelek ataupun baik, maka itu semua merupakan Qodlo dan Qodar dari-Nya. Yakni telah dipastikan dari zaman Azali, dan dikehendaki oleh Alloh Subhaanahu wa Ta’ala.

Dan itu sesuai dengan Firman Alloh yang tertuang dalam surat ar-Ra’du ayat 8 :

وَكُلُّ شَيْئٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ

Artinya :  Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

Dan juga seperti yang didawuhkan oleh Mustika Alam yaitu Kanjeng Nabi Muhammad Shollalloohu ‘Alayhi wasalam yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:

لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ بِاللّٰهِ حَتّٰى يُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهٖ وَشَرِّهٖ ( رواه الترمدى )

Artinya : Seorang hamba belum dikatakan beriman kepada Alloh sehingga dia beriman kepada bagus dan jeleknya sebuah kepastian dari Alloh (Qodar). Read More

SIFAT ILMU

Sifat ilmu

Sifat Ilmu (escincaucom) Assalaamu’alaykum Sahabat, Semoga selalu dalam Naungan Rohmat dan Maghfiroh-Nya. Bismillaahirrohmaanirrohiim, Sahabatku pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan ilmu Tauhid yang alhamdulillaah kita telah sampai pada bahasan Sifat Ma’ani.

Baca dahulu : Penjelasan dan Pembagian Sifat Ma’ani

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa sifat Ma’ani itu terdapat beberapa bagian, dan salahsatunya adalah sifat ilmu. Dan dalam susunannya berada setelah sifat Qudrat dan Iradat, alhamdulillaah kedua sifat itu telah dijelaskan dalam pembahasan :

Supaya tidak membuang waktu, kita mulai saja pembahasan kita kali ini. Yaitu bahasan dari sifat Ilmu.

Sifat Ilmu

Dalam uraian sifat ilmu ini yang akan kita bahas ada beberapa poin, diantaranya :

Read More