SIFAT BASHOR

Sifat Bashor, Asslaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib Yang di Rahmati Alloh…. Lama kita tidak bersua dalam sebuah tulisan, dikarenakan kondisi kurang memungkinkan dan banyak kegiatan di dunia nyata, jadi terbengakalai semuanya. Untuk itu dari saya sebagai penulis menghaturkan berjuta Maaf yang tak terhingga.

Lihat ID Sang penulis dengan mengikuti tautan ini

Alangkah baiknya dalam kesempatan yang sangat berharga ini, kita langsung saja melanjutkan apa yang sedang kita bahas supaya tidak melebar kemana-mana. Karena jika tidak segera dilanjutkan, dikhawatirkan pengetahuan yang telah kita dapatkan dari bahasan Sifat Sama’ akan menggantung tidak ada kelanjutannya.

Silahkan dilihat bahasan sebelumnya :

Sifat Sama’

Jika sudah Anda lihat, sekarang kita tinggal melangkah pada Sifat Ma’ani yang lainnya yaitu sifat Bashor. Apa saja bahasan yang akan tertuang dalam tulisan kita ini…???

Read More

QODLO DAN QODAR

qodlo dan qodar

(escincau.com) Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tentang Masalah Qodlo dan Qodar. Dan bahasan ini sebagai bukti dari postingan yang telah kita lewati, yaitu tertuang dalam kutipan Sifat Iradat.

Baca dahulu : SIFAT IRADAT

Alasan pembahasan Qodlo dan Qodar dibuat terpisah karena ini sangat berhubungan dengan Sifat Ma’ani yang Tiga, yaitu :

  1. Sifat Qudrat
  2. Sifat Iradat
  3. Sifat Ilmu

Dan kita dituntut untuk meyakini bahwa segala rupa perkara yang sudah terbukti atau hendak dibuktikan, entah itu perkara yang jelek ataupun baik, maka itu semua merupakan Qodlo dan Qodar dari-Nya. Yakni telah dipastikan dari zaman Azali, dan dikehendaki oleh Alloh Subhaanahu wa Ta’ala.

Dan itu sesuai dengan Firman Alloh yang tertuang dalam surat ar-Ra’du ayat 8 :

وَكُلُّ شَيْئٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ

Artinya :  Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

Dan juga seperti yang didawuhkan oleh Mustika Alam yaitu Kanjeng Nabi Muhammad Shollalloohu ‘Alayhi wasalam yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:

لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ بِاللّٰهِ حَتّٰى يُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهٖ وَشَرِّهٖ ( رواه الترمدى )

Artinya : Seorang hamba belum dikatakan beriman kepada Alloh sehingga dia beriman kepada bagus dan jeleknya sebuah kepastian dari Alloh (Qodar). Read More

SIFAT ILMU

Sifat ilmu

Sifat Ilmu (escincaucom) Assalaamu’alaykum Sahabat, Semoga selalu dalam Naungan Rohmat dan Maghfiroh-Nya. Bismillaahirrohmaanirrohiim, Sahabatku pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan ilmu Tauhid yang alhamdulillaah kita telah sampai pada bahasan Sifat Ma’ani.

Baca dahulu : Penjelasan dan Pembagian Sifat Ma’ani

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa sifat Ma’ani itu terdapat beberapa bagian, dan salahsatunya adalah sifat ilmu. Dan dalam susunannya berada setelah sifat Qudrat dan Iradat, alhamdulillaah kedua sifat itu telah dijelaskan dalam pembahasan :

Supaya tidak membuang waktu, kita mulai saja pembahasan kita kali ini. Yaitu bahasan dari sifat Ilmu.

Sifat Ilmu

Dalam uraian sifat ilmu ini yang akan kita bahas ada beberapa poin, diantaranya :

Read More

SIFAT IRADAT

Sifat Iradat

Sifat Iradat, escincau.com. Assalaamu’alaykum warohmatulloohi wa barokaatuh… Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, Marilah bahasan Sifat Ma’ani ini kita lanjutkan kembali. Dalam pembahasan yang lalu kita telah melihat sedikit uraian dari Sifat Ma’ani yang pertama yaitu Sifat Qudrat, dan disana tertuang bahwa sifat Qudrat itu erat kaitannya dengan Sifat Iradat.

Baca terlebih dahulu : SIFAT QUDRAT

Supaya tidak bertele-tele mari langsung saja kita melangkah pada bahasan Sifat Iradat tersebut, dan sebagai bahan bahasan alangkah baiknya kita ketahui apa saja yang akan dibahas saat ini. Yang akan kita bahas itu ada beberapa poin sahabatku diantaranya ;

  1. Pengertian sifat Iradat
  2. Ta’alluqnya sifat iradat
  3. Masalah Amar dan Iradat
  4. Dalil Sifat Iradat

Read More

PENJELASAN SIFAT MA’ANI

Penjelasan sifat Ma'ani

Escincau.com BAGIAN KETIGA PENJELASAN SIFAT MA’ANI

 Assalaamu’alaykum Sahabat Bang thoyyib yang di Rahmati Alloh, Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita masih dikasih kesempatan untuk merasakan nikmatnya denyutan jantung, dan bisa menghirup segarnya udara.

Dan sebagai ungkapan rasa syukur ini saya akan melanjutkan sebuah bahasan baru yaitu Bagian ketiga penjelasan Sifat Ma’ani, jika dalam postingan – postingan yang telah kita baca bersama baru dua bagian dari ilmu Tauhid yang telah kita bahas, yaitu Sifat 20 yang tebagi menjadi empat bagian :

  • Sifat Nafsiyyah
  • Sifat Salbiyyah
  • Sifat Ma’ani
  • Sifat Ma’nawiyyah

ULASAN SEBELUM BAGIAN KETIGA PENJELASAN SIFAT MA’ANI

Sebelum melangkah pada bahasan bagian ketiga penjelasan sifat ma’ani, mari kita sedikit mengulas bahasan, Dalam Sifat Nafsiyyah disana kita hanya menemukan satu sifat, yaitu Sifat Wujud, dan dalam uraian dari sifat wujud ini kita temui pula berbagai macam penjelasan, mulai dari Dalil-dalilnya, contoh-contohnya, dan segala penjelasan yang erat kaitannya dengan bahasan tersebut.

Baca juga : Sifat Nafsiyyah (Sifat Wujud dan dalil-dalilnya)
Read More

URAIAN SIFAT SALBIYYAH

URAIAN SIFAT SALBIYYAH

Sahabat Fillaah, Alhamdulillaah kita bisa dipertemukan kembali disini bersama Bang Thoyyib yang akan memberikan kesegaran pada Iman kita. Dan saat ini kita akan membahas  Uraian sifat Salbiyah .

URAIAN SIFAT SALBIYYAH

Uraian sifat Salbiyyah ini akan memperjelas dari bahasan Sifat Nafsiyyahjadi disini kita akan mengetahui sifat apa saja yang akan ngasih penjelasan pada sifat Wujud/ Nafsiyyah.

Menurut ulasan yang telah kita lewati, bahwa sifat Salbiyyah itu terdiri dari 5 sifat, diantaranya :

  1. Sifat Qidam
  2. Sifat Baqo
  3. Sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi
  4. Sifat Qiyamuhu binafsihi
  5. Sifat Wahdaniyyat

Yang menjadi alasan sifat yang Lima diatas disebut dengan sifat Salbiyyah adalah karena makna atau Arti dari kata Salbiyyah itu adalah menghilangkan sifat-sifat yang tidak layak bagi Alloh Ta’ala.

Mari kita simak cuplikan – cuplikan dari satu persatu sifat Salbiyah.

Sifat Qidam

Nah sifat Qidam ini membuka atau menghilangkan sifat Baru, karena sifat Qidam ini mempunyai makna Terdahulu.

Sifat Baqo’

Sedangkan kalau sifat Baqo’ ini, menghilangkan sifat Fana atau Rusak pada Alloh. Sedangkan telah kita ketahui bahwa Alloh itu Abadi.

Sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi

Selanjutnya dari sifat Salbiyyah itu adalah sifat Mukhalafatun Lil Hawaditsi, yang mana sifat ini membuang bahwa Alloh itu menyerupai Makhluknya.

Sifat Qiyamuhu Binafsihi

Sifat Qiyamuhu binafsihi inilah yang membuang bahwa Alloh membutuhkan pada Dzat selain-Nya. Karena makna dari Qiyamuhu binafsihi ini adalah Alloh yang Maha kaya dengan Dzatnya.

Sifat Wahdaniyyat

Terakhir dari sifat Salbiyah ini adalah sifat Wahdaniyyat, sifat Wahdaniyyat ini membuang keyakinan bahwa Alloh itu terbilang, atau bisa dihitung oleh bilangan. Padahal Alloh itu adalah Maha Tunggal dalam Dzat, Sifat, dan Af’alnya.

URAIAN SIFAT SALBIYYAH

Dengan merujuk pada cuplikan diatas, bisa kita simpulkan bahwa Sifat Salbiyyah itu membersihkan (menolak) dari sifat- sifat yang tak layak bagi Alloh Subhaanhu Wa Ta’alaa dari bayangan dan prasangka hati manusia yang akan Ma’rifat.

Jadi dengan adanya kita memahami (mengerti) pada sifat salbiyyah, karena itu mempunyai syarat rukunnya. Dan yang menjadi syarat serta rukun dalam sifat salbiyyah itu ada Lima macem, diantaranya : Read More

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD

Assalaamu’alaykum Sahabat… Alhamdulillaah kita dipertemukan kembali dan bisa melanjutkan lagi sebuah bahasan dari Sifat wujud, yang mana dalam bahasan sifat Nafsiyyah ini memang sangatlah panjang. Bahkan dalam mengurai sedikit Dalilnya pun lumayan juga sehingga untuk pembahasan sebuah Kesimpulan dari sifat wujud pun baru bisa termuat saat ini.

Baiklah sahabatku, supaya tidak menghabiskan waktu mari kita mulai saja membeberkan Kesimpulan dari sifat Wujud itu. Walhasil dari sifat wujud itu kita harus meyakini bahwa Alloh itu Wajibul Wujud artinya Dzat yang Wajib keberadaanya dan tidak bis dimengerti jika Alloh itu tidak ada serta akal tidak bisa menerima jika tidak ada.

Karena Wujudnya itu tidak memakai bahan atau asal, tidak pula pakai perantaraan, yakni tidak diciptakan oleh yang lain. Tapi wujudnya itu  Wujud Dzati artinya Dzatnya itu meng_Istilzam pada Wujudnya. Bukan Alloh mengadakan dzat sendiri, bukan pula menciptakan Dzatnya sendiri, karena mustahil ada perkara meng_ada_kan dirinya sendiri ( Yang tidak ada mau membuat yang tidak ada pula) jika demikian maka sangat tidak masuk Akal.

Lihat juga : Halaman Aqidatunnajiin

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD
pemanis saja

 

 

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD

 

Semua makhluk (tidak hanya Manusia) bersaksi akan wujudnya Alloh, yakni semuanya mengakui akan Wujudnya Alloh entah oleh lisannya ataupun tingkah lakunya, entah secara ikhlas atau terpaksa, terkecuali Manusia yang buta (dibutakan) mata hatinya. Seperti Firman Alloh :

وَعَلٰى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ

Artinya : ” Dan ditetapkannya penglihatan mereka itu suatu penghalang”.

Ma’rifatnya dilebur seperti Qaum Dahriyyah yang menolak akan adanya Tuhan (Alloh), sementara mereka men_Tuhankan zaman sebab anggapan mereka itu bahwa adanya dunia dan Rusaknya itu bergantung pada kejadian alam dan Zaman, bukan oleh Alloh.

Nah yang mempunyai keyakinan  demikian itu sudah cap sebagai Ahli Neraka, Na’uudzu billaahi min dzalik. Dengan demikian kita harus berhati-hati jangan sampai punya keyakina seperti itu, tapi pupuklah keyakinan kita bahwa segala apa yang ada, itu diciptakan oleh Alloh dan semuanya Alloh yang ngatur karena tidak ada satupun yang bisa keluar dari kekuasaan Alloh.

 

Macam-macam Wujud

Seyogyanya kita harus tahu bahwa Wujudnya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala itu adalah  Wujud Mahdlun ( محض ) atau disebut juga Wujud Dzatiyyun sebab yang disebut wujud itu ada 2 Macam, diantaranya :

  1. Wujud Mahdlun محضٌ
  2. Wujud Muqayyad مقيد

Setelah kita tahu bahwa wujud itu ada dua macam, terus kita juga harus tahu satu persatunya, mari kita lanjutkan lagi bahasan kita.

1. Wujud Mahdlun محض

Yang disebut dengan wujud Mahdlun itu adalah Wujud Murni atau disebut juga dengan Wujud Dzati.

Untuk penjelasan dari Wujud Mahdlun itu terdiri dari sifat – sifat berikut :

  1. Qidam
  2. Baqo’
  3. Mukhalafatun lil Hawaditsi
  4. Qiyamuhu binafsihi
  5. Wahdaniyyat

Nah yang lima sifat diatas itu termasuk kedalam Sifat Salbiyyah yang insya Alloh dalam bahasan yang akan datang akan kita ungkap juga. Yakni sifat yang menolak sifat yang tak layak bagi Alloh.

Serta dipake buat menjawab pertanyaan – pertanyaan

  • Ayna أين = Dimana
  • Kayfa كيف = Bagaimana
  • Mata متى = Kapan
  • Kam كم = Berapa

a. Jika ada orang yang bertanya Dimana Alloh, Ayna Alloh اين الله..??

Maka jawabannya : Alloh itu tidak dimana – mana, karena pertanyaan dimana itu mempertanyakan sebuah tempat, sebab Alloh itu yang mempunyai Sifat Qiyamuhu binafsihi.

Yakni Alloh itu berdiri sendiri ( kaya sebab Dzat bukan sifatnya, dan juga tidak membutuhkan akan tempat ) sebab Alloh itu bukan Jirim dan tidak terikat oleh Jihat “Arah” yang enam yaitu :

  1. Atas
  2. Bawah
  3. Barat
  4. Timur
  5. Utara
  6. Selatan

Read More

DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)

Melanjutkan bahasan yang tertunda dalam PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH yang belum tersampaikan yaitu Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) yang mana dalam mengutarakan dalil ini ada dua metode :

  1. Dalil Naqli.
  2. Dalil ‘Aqli.

Karena dalam menguraikan bahasan disini akan menggunakan kedua metode dalil tersebut.

Baca juga :Pengertian Dalil

Dengan demikian Sangatlah pantas jika kita mengetahui apa saja dalil dari sifat wujud itu.

1. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil Naqlinya

 

Yang menjadi dalil Naqli atau dalil hasil Nuqil dari ayat Al-Quran adalah dari Firman Alloh :

أَلَّذِى خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا …الاية

Artinya : ” Alloh itu yang menciptakan berlapis-lapis langit dan bumi, dan setiap perkara yang ada diantara langit dan bumi” ( Surat As-Sajdah ayat : 4)

Dan juga Firman Alloh dalam surat Al-Mujadilah ayat : 7 yang bunyinya :

مَا يَكُوْنُ مِنْ نَجْوٰى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَااَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا وَهُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَاكَانُوْا

Artinya : Tiada pembicaraan rahasia di antara tiga orang. melainkan Dia-lah yang keampat, dan tidaklah berlima melainkan Dialah yang Kenam. Dan tidak pula kurang dari demikian dan tidak lebih banyak melain- kan Dia ada serta mereka di mana saja mereka ada (oleh Ilmu-Nya).

Baca juga Versi Bahasa Sundanya : Dalil sifat wujud

2. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil ‘Aqlinya

Read More

PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH

Ahamdulillah Sahabat, kita masih dipercaya oleh-Nya tuk menatap indahnya Alam semesta. Yang mana Alam semesta ini adalah sebuah Dalil atau alasan akan adanya Sang pencipta. Fainsya Alloh dalam postingan PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH ini akan kita uraikan.

Karena dalam ulasan yang lalu yaitu dalam pembabaran 4 BAGIAN PENTING YANG HARUS DIKETAHUI DARI SIFAT 20 dan disana ada ulasan diantaranya Sifat Nafsiyyah, dan disana pun telah diulas bahwa sifat nafsiyyah itu hanya ada Satu sifat yaitu Sifat Wujud yang artinya Ada.

 

Penjabaran sifat Nafsiyyah (sifat Wujud)

 

Dan saat inipun akan kita bahas, pengertian dari sifat wujud itu. Pengertian dari sifat wujud itu adalah :

اَلْوُجُوْدُ هُوَ اِثْبَاتُ الشَّيْئِ وَتَحْقِيْقُهُ بِحَيْثُ يَصِحُّ اَنْ يُرٰى

Artinya : ” Wujud itu adalah Tetapnya suatu perkara yang sesuai dengan kenyataannya, sehingga terlihat Sah “.

Alloh Ta’alaa itu wajib keberadaannya dan adanya itu oleh Dzatnya, serta adanya Alloh itu tidak ada awalannya dan tidak ada Akhirannya pula (Abadi/Langgeng).

Adapun kebalikan dari Sifat Wujud itu adalah ‘Adamun yang artinya tidak ada. Jadi Mustahil dan sangat tidak masuk akal jika Alloh itu tidak ada.

Namun dalam kata Wujud yang berarti ada itu ada perbedaan pendapat diantara para Ulama di bidang ini. tapi kita tidak usah khawatir dengan perbedaan itu karena semuanya akan menjadi sebuah ilmu yang akan menjadi sebuah penerang kelak bagi kita.

Apa saja perbedaan itu ?

a. Penjabaran sifat Nafsiyyah menurut Imam Ar-Razi ( الرزي ) beserta Jama’ahnya

 

Arti Wujud menurut faham Imam Ar-Razi beserta Jama’ahnya itu adalah sebagai berikut :

أَلْوُجُدُ غَيْرُ الْمَوْجُوْدِ

Artinya : ” Yang dimaksud dengan Wujud itu adalah bukan Dzatnya yang ada, melainkan sifat perantara ada dan tiada, maka ini termasuk kedalam sifatul Hal ( حال )”.

Dengan demikian maka tidaklah naik pada level Mawjud (موجد ) dan tidak pula turun ke level Ma’dum ( معدوم ) karena wujud itu sifat Hal. Dan jika Wujud termasuk kedalam Sifat Hal, maka wujud itu tetap dan nampak berada diluar pada pembuktiannya ( Nafsul Amri / نفس الامر )nya.

 

b. Penjabaran sifat Nafsiyyah menurut Abul Hasan al-Asy’ariy

 

Kalau penjabaran Sifat Nafsiyyah menurut Qaul Abul Hasan al-Asy’ary itu adalah sebagai berikut :

 أَلْوُجُوْدُ عَيْنُ الْمَوْجُوْدِ، بِمَعْنٰى أَنَّهُ لَيْسَ زَائِدًا عَلٰى ذَاتِ الْمَوْجُوْدِ

Artinya : ” Wujud itu adalah Dzat yang ada, serta maknanya Wujud itu tidak melebihi pada adanya Dzat”.

Dengan demikian, maka makna Wujud itu termasuk kedalam Amrun I’tibariyyun ( امر اعتباريٌّ / perkara yang dikira-kirakan). Jadi wujud itu tidak tetap diluar hati tapi perkiraan dalam hati saja. Untuk penjelasan lebih terperinci silahkan dilihat dalam kitab Fathul Majid halaman 5-6.

Baca juga : Rindu kekasih

Read More

PENGERTIAN DALIL

Assalaamu’alaykum ww… Selamat berjumpa kembali Sahabatku, dalam pertemuan kita kali ini, kita akan menggali sedikit pengetahuan dari pengertian Dalil. Karena hampir semua bahasan yang ada diblog ini tak lepas dari kata-kata Dalil.

Makanya saat ini kita bahas terlebih dahulu bahasan tentang dalil, supaya tidak rancu dalam bahasan-bahasan yang akan datang.

Pengertian Dalil

 

Nah dalam pengertian dalil disini ada beberapa kategori, yaitu :

  1. Dalil menurut Lughat
  2. Dalil menurut Ushul Fiqih
  3. Dalil menurut Ahli Manthiq

Dan arti sebuah dalil dari setiap kategori itu berbeda antara satu dan lainnya, perbedaannya seperti berikut :

1. Dalil menurut Lughat

 

Sekarang kita akan melihat perbedaannya antara poin demi poin, yang pertama mari kita ketahui apa dalil menurut lughat..?? Read More