SEBUAH PERINGATAN PENTING Bag (3)

Peringatan penting

Bismillaah, alhamdulillaah wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosuulillaah, tak terasa dalam mengarungi bahasan sebuah peringatan penting, sekarang sudah samapi pada bagian Tiga.

Supaya lebih lengkap pengetahuan kita, maka alangkah baiknya dibaca dahulu mulai dari

Bagian pertamanya : Bagian pertama

Dan bagian keduanya : Bagian kedua

Alhamdulillaah seandainya telah dibaca dari kedua bagian diatas, tapi ada juga dalam bahasan peringatan penting ini yang dijadikan satu postingan, hanya saja memakai bahasa lokal yaitu Bahasa Sunda

Bisa dilihat disini

Nah pada perjumpaan kita saat ini, kita akan mencoba melanjutkan dari poin – poin peringatan penting yang belum terselesaikan dan dalam postingan dahulu baru tercantum judulnya saja yaitu ‘Alam / Al-‘Alam.

 

6. ‘Alam

Sekarang mari kita bahasan kita dalam sebuah peringatan penting ini, yang akan di mulai dengan bahasan ‘Alam / al-‘Alam, disini yang akan kita ulas hanya sebatas garis besarnya saja, tentang pengertian dari ‘alam dan sedikit contoh – contohnya.

Adapun pengertian ‘Alam adalah ;

أَلْعَالَمُ هُوَ مَاتَغَيَّرَ بِمُرُوْرِ ألزَّمَانِ

Artinya : ‘Alam itu adalah suatu perkara yang biasa berubah – ubah disebabkan berlalunya Zaman atau waktu.

Atau pengertian ‘alam itu bisa juga dengan pengertian yang ini :

كُلُّ مَاسِوٰى اللّٰهِ

Artinya : Segala perkara selain Alloh subhaanahu wa ta’alaa.

Dari dua pengertian diatas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa ; Manusia, jin, bumi, langit, hewan, Malaikat, matahari, bulan, bintang, surga, neraka, Qalam, Lauh mahfudh, Kursyi, ‘Arasy, dan seluruh isi langit dan bumi, dan lain sebagainya, itu semua disebut dengan sebutan ‘Alam.

Karena itu semua suka berubah – rubah, atau dalam kata lain tidak tetap. Adapun bagian – bagian ‘Alam, tidak bisa termuat disini karena terlalu banyak, tapi seandainya untuk sekedar mengetahui tinggal cari saja di mbah Google insya Alloh banyak yang mengurai dan menjelaskannya dari A- Z.

Peringatan penting
Kesucian hati

Berhubung disini gak bisa dijelaskan, maka dalam bahasan tentang alam kita cukupkan sampai disini saja.

Dan untuk selanjutnya yang akan kita ulas disini adalah Muhdats.

 

7. Muhdats

 

 

 

Read More

SEBUAH PERINGATAN PENTING BAG (2)

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin kita masih bisa berkumpul kembali disini, dalam rangka menyongsong hari yang lebih baik dengan meneliti sebuah peringatan penting serta memupuk rasa Rindu pada yang maha Agung. Dalam pertemuan kita kali ini masih dalam bahasan yang telah lalu yaitu :

Sebuah peringatan penting

Yang mana masih ada beberapa poin yang belum kita ulas.

Sebuah peringatan penting
Yang penting

Adapun untuk ulasan selanjutnya adalah ; ulasan yang nomer Tiga, yaitu :

3. Jawhar

Poin nomer tiga dari perkara selain Alloh itu adalah Jawhar, disini yang akan diulas dengan Jawhar adalah dari pengertianya (ta’rifnya), dan sedikit contohnya.

Adapun pengertian Jawhar adalah :

وَالْجَوْهَرُ هُوَ اَلْغَنِيُّ عَنِ الْمَحَلِ، اَوْ مَاقَامَ بِنَفْسِهٖ

Artinya : “Jawhar adalah perkara yang kaya (tidak membutuhkan akad adanya Dzat), atau disebut juga perkara yang berdiri sendiri( tidak membutuhkan Dzat) tapi hanya butuh pada yang Menciptakan”.

Dalam hal ini, seandainya Jawhar tidak membutuhkan akan adanya Dzat. Maka lain halnya dengan ‘Arodl karena kalau ‘Arodl itu sebuah Sifat yang membutuhkan akan adanya tempat (yang disifati_nya).

Contohnya seperti : Merah, putih, bergerak, diam, tinggi dan rendah. Jadi ‘Arod itu membutuhkan kepada Dzat untuk bersanding, sebab ‘Arodl itu tidak tergeletak begitu saja, tapi tertaut diperkara yang lain.

Adapun contoh perbedaan antara Jirim, Jawhar, dan ‘Arodl adalah seperti ucapan sebagai berikut : Ada Orang Tinggi, Hitam sedang Berdiri .

Sekarang mari kita kupas sedikit contoh di atas ;

  • Bentuknya Orang tersebut, itulah yang disebut dengan Jawhar.
  • Kalau Tinggi dan hitamnya itu, itu yang dinamakan dengan ‘Arodl.
  • Dari kolaborasi antara Jawhar dan ‘Arodl, maka itulah yang disebut dengan Jirim.

Adapun Jawhar itu terbagi menjadi Enam bagian, yang Enam itu adalah:

1. Jawhar Mujarrod

Contohnya Jawhar Mujarrod adalah seperti Kilat. 

2. Jawhar Khuyuulii

Contohnya Jawhar khuyuulii adalah seperti Dzat yang baru.

3. Jawhar Shuurah

Contohnya Jawhar shuurah adalah seperti Sifat yang Baru.

4. Jawhar Tashrifiy

Adapun contohnya untuk Jawhar Tashrifiy adalah seperti adanya Nafas.

5. Jawhar Taqwiimi

Dan contoh untuk Jawhar Taqwiimi adalah Akal.

6. Jawhar Fardun

Jawhar Fardun atau disebut juga dengan Jawhar Firid, adapun yang menjadi contoh untuk Jawhar Fardun adalah seperti adanya Api pada Batu.

Untuk menyesuaikan dan memahami dari bagian – bagian Jawhar tersebut pada contoh – contoh diatas, silahkan dari setiap contoh itu digabungkan dengan pengertian dari Jawhar itu sendiri.

Maka nanti akan bisa diketahui maksudnya dan akan mudah untuk dimengerti. Tapi dalam hal ini yang saya rasakan gak cukup dengan sekali baca untuk memahaminya.

Sekarang mari kita lanjutkan lagi untuk poin yang berikutnya, dan poin yang berikutnya adalah Jisim.

4. Jisim

Setelah sebagian atau Tiga poin dari perkara selain Alloh yang telah tertuang diatas, sekarang mari kita ulas pengertian tentang  Jisim, dan apa saja bagian – bagian dari Jisim.

Adapun pengertian Jisim adalah :

أَلْجِسْمُ مَاتَرَكَبَ مِنَ الْمَحَلِ وَالصُّوْرَةِ

Artinya : Jisim itu adalah suatu perkara yang tersusun dari sebuah Dzat dan Bentuk atau rupa, yaitu :

( مَايُدْرَكُ بِالْخَوَاسِ الْخَمْسِ )

Yaitu suatu perkara yang bisa ditemukan oleh panca indera (lima anggota tubuh) diantaranya ; mata, tangan, telinga, hidung, dan lisan.

Jadi yang dinamakan dengan Jisim itu, khusus bagi sesuatu yang berbentuk, dan lain halnya dengan Jirim. Sebab kalau Jirim itu bersifat umum ( entah itu yang berbentuk atau tidak ), jadi kalau Manusia, batu, udara, Malaikat, itu bisa juga disebut dengan jirim.

 

Juz atau bagian dari Jisim

Dengan demikian, Jisim itu mempunyai Juz atau bagian tersendiri dan bisa dibagi – bagi, makanya dinamakan dengan Jisim itu karena bisa dibagi – bagi.

Sehubungan dengan adanya Jisim yang bisa di bagi – bagi, maka mari kita ketahui apa saja bagian – bagian itu. Dan bagian – bagian Jisim tersebut adalah ;

1. Jisim Murokab

Jisim murokab itu contohnya seperti Badan, Batu, dan lain sebagainya.

2. Jisim Ta’liimiy

Jisim Ta’liimiy itu contohnya seperti : Dalem, Lebar, dan panjang.

Selesai sudah ulasan tentang apa yang dinamakan dengan Jisim, sekarang mari kita melangkah ke poin berikutnya yaitu ‘Arodl.

 

5. Arodl

Semakin jauh kita melangkah melang-lang sebuah pengetahuan, dan menyusuri poin demi poin untuk mengetahui sebuah peringatan penting dalam mengawali pembelajaran ilmu tauhid.

Dan yang akan kita ungkap sekarang adalah adalah sebuah pengetahuan tentang ‘Arodl, dan bagian bagian dari ‘Arodl. Maka dari itu, mari kita simak baik – baik apa yang dinamakan dengan ‘Arodl.

Adapun pengertian ‘Arodl adalah :

أَلْعَرَضُ هُوَ مَايَقُوْمُ بِالْغَيْرِ

Artinya : Arodl itu adalah suatu perkara yang selalu berada didalam perkara yang lainnya.

Dalam artian ‘Arodl itu tidak bisa berdiri sendiri (mandiri), Contohnya seperti ; Sifat warna merah, putih, hitam, bergerak, dan diam. Dikarenakan hal itu berada didalam perkara selain sifat itu sendiri.

Dari contoh diatas dijelaskan bahwa yang dinamakan dengan ‘Arodl itu tidak bisa berdiri sendiri, contohnya begini ; seperti ucapan Merah, maka dari ucapa ini bisa kita ketahui bahwasannya Kata merah itu gak sekonyong – konyong bisa diketahui kalau tidak ada perkara yang disifati dari kata merah itu. Contoh jelasnya begini, Merahnya baju dan lain sebagainya. 

Dari contoh diatas yang bisa kita ambil kesimpulan begini, Tidak mungkin akan nampak warna merah itu, kalau tidak ada benda yang menampakkannya (yaitu Baju).

Demikian juga dengan ucapan bergerak atau diam, sudah barang tentu ada perkara yang disifati oleh gerak dan diamnya.

Yang menjadi sebab disebut dengan ‘Arodl itu,  karena suka rubah – rubah atau gak konsisten. Sebab ‘Arod itu tidak pernah mendiami dalam dua waktu secara bersamaan.

Insya Alloh penjelasan secara agak rincinnya, akan kita bahas dalam bahasan sifat Wujud.

Kalau sekarang kita lanjutkan ke ulasan tentang bagian – bagian ‘Arod saja dulu, karena kalau ditulis dipostingan yang ini maka akan sangatlah panjang tulisannya.

 

– Bagian – bagian ‘Arodl

Untuk selanjutnya mari kita ulas bersama apa saja yang menjadi Bagian – bagian ‘Arodl tersebut, dan jadi berapa bagian ?

‘Arodl itu terbagi menjadi Empat bagian diantaranya ;

  1. ‘Arodl Lazimah seperti merahnya Emas.
  2. ‘Arodl Nuuroniyyah seperti Terang
  3. ‘Arodl Mutafaariqah seperti angan – angan akan pagi dan sore.
  4. ‘Arodl Basyariyyah yaitu sifat Kemanusiaan (yang ada pada Manusia) seperti ; sakit, sehat, kaya, miskin, susah, senang, hidup, dan mati, dan lain sebagainya.

Demikianlah uraian yang mengulas garis besar tentang ‘Arodl, adapun bahasan selanjutnya adalah ‘Alam.

 

6. ‘Alam

 

SEBUAH PERINGATAN PENTING bag. (1)

Peringatan…

Peringatan adalah sesuatu yang harus dan di anjurkan untuk tidak dilupakan.

Yang dikasih peringatan disini bukan siapa – siapa, terutama ya buat saya sendiri dan termasuk juga buat pembaca semua he.ho…

Yang intinya peringatan buat siapa saja yang berminat untuk mengkaji ilmu Akal,

Yang tela ditulis disini :MENGENALI FUNGSI-FUNGSI AKAL PADA MANUSIA

Apa yang harus diketahuinya..?

Yang harus diketahuinya adalah mengetahui setiap perkara yang ditemukan oleh Akal, selain Alloh Ta’ala dan Sifat – sifat-Nya.

Apa saja yang dimaksud dengan suatu perkara selain Alloh dan sifat-Nya itu…?

Yang dimaksud perkara selain Alloh itu ialah Ciptaan Alloh yang berjumlah Delapan jenis, diantaranya :

  1. Mumkin
  2. Jirim
  3. Jawhar
  4. Jisim
  5. ‘Arodl
  6. ‘Alam
  7. Muhdats
  8. Makhluk

Nah ini semua adalah suatu perkara yang baru dan sesuatu yang baru itu sudang pasti Makhluk (ciptaan), karena asal muasalnya tidak ada sama sekali dan adanya juga karena di ciptakan oleh Alloh.

Peringatan
Penampakan sebuah peringatan

1. Mumkin atau Jaiz

Sekarang tinggal kita ketahui satu persatu, biar lebih mengena dan nambah wawasan.

Poin pertama dari yang bisa diketahui oleh akal itu adalah Mumkin (Jaiz) .

Adapun pengertian Mumkin adalah:

اَلْمُمْكِنُ هُوَ مَا يَصِحُ وُجُوْدُهُ وَعَدَمُهُ

Artinya : “Yang disebut dengan mumkin itu adalah, sesuatu yang Sah keberadaannya ( bisa dimengerti oleh akal) dan Sah pula ketiadaannya (bisa dimengerti juga oleh akal)”.

Tapi dalam hal ini ( mengertinya ) itu bergantian. Cotohnya :

Seperti diri kita dan seluruh makhluk ( yang nampak dan tak nampak ) itu disebut Mumkin. Karena dinamakan mumkin itu sebab sanagat masuk akal dan bisa dimengerti antara ada dan tiadanya.

Supaya tidak tanggung pengetahuan kita, maka perlu kita ketahui juga bahwa Mumkin itu terbagi menjadi Empat bagian, diantaranya :

1. Mumkinul Mawjud Ba’dal ‘adam

Yang disebut Mumkinul Mawjud ba’dal ‘adam ( ممكن الموجد بعد العدم ) adalah keberadaannya itu (mumkin) setelah ketiadaan.

Contohnya gini : Seperti kita dan Makhluk – makhluk yang lainnya yang ada dijagat raya ini, semuanya berawal dari ketiadaan ( tidak ada ) terus di ciptakan dan menjadi ada.

2. Mumkinul Ma’duum ba’dal Mawjuud

Yang disebut dengan Mumkinul Ma’duum ba’dal Mawjuud adalah Mumkinnya yang sudah tiada setelah Ada.

Contohnya seperti orang – orang yang sudah meninggal dunia. Nah yang demikian itu dinamakan dengan Mumkin ma’duum ba’dal Mawjuud.

3. Mumkinu Sayuujadu

Mumkin yang seterusnya adalah Mumkinu Sayuujadu, yang disebut dengan Mumkinu sayuujadu adalah Mumkin yang akan Ada ( belum ada ) tapi dengan Kekuasaan Alloh akan di adakan (diciptakan).

4. Mumkinun ‘Alimalloohu Annahu Laa Yuujadu

Dan untuk pembagian Mumkin yang terakhir adalah Mumkinun ‘Alimalloohu annahu laa Yuujadu.

 Yang disebut dengan Mumkinun ‘Alimalloohu annahuu Laa Yuujadu adalah Mumkin yang diketahui oleh Alloh bahwa Mumkin tersebut tidak akan diciptakan.

Contohnya seperti : Adanya Tanduk dikepala kucing, yang demikian itu Sah – sah saja keberadaannya dan tidak Mustahil menurut Akal sebab Alloh itu Maha Kuasa untuk menciptakannya. Akan tetapi Alloh tidak menciptakannya.

Yang demikian itu disebut dengan Mumkinun ‘alimalloohu annahu Laa yuujadu.

Dengan demikian lengkaplah sudah sedikit uraian dari poin pertama yaitu Mumkin.

 

2. Jirim

Poin Peringatan yang selanjutnya adalah menjelaskan tentang Masalah Jirim. Karena dalam hal ini kaitannya sangatlah erat dalam Ilmu Tauhid.

Sekarang mari kita mulai saja biar gak bertele-tele, tapi sebelum beranjak lebih jauh dalam mengurai tentang Jirim, mari kita ketahui dulu apa pengertian Jirim.

Pengertian ( Ta’rifnya ) Jirim adalah:

مَايَتَحَيَّزُ قَدْرًا مِنَ الْفِرَاغِ

Artinya : Yang dinamakan dengan Jirim itu adalah suatu perkara yang membutuhkan akan adanya tempat.

Yang mana tempatnya itu seukuran dengan Jirim itu sendiri, Dan mengisi seluruh ruang  kosongnya, maka yang demikian itu disebutlah sebagai jirim.

Yang menjadi alasan disebut dengan Jirim, karena membutuhkannya pada suatu tempat.

Untuk selanjutnya, Jirim itu terbagi menjadi Dua bagian, diantaranya :

  1. Jirim Lathiif
  2. Jirim Tajassud
– Jirim Lathiif

Yang disebut Jirim adalah Jirim yang halus atau tidak nampak, seperti Angin dan lain sebagainya.

– Jirim Tajassud

Yang disebut dengan Jirim Tajassud adalaj Jirim yang memilik Jasad kasar.

Contohnya seperti : Batu, Kayu, Air, Hewan, Manusia dan banyak lagi yang lainnya…

Yang dua poin ini adalah bagian – bagian dari Jirim, dan selain itu ada juga ciri khususnya Jirim.

Ciri – ciri khususnya Jirim ( yang wajib ada pada Jirim)

Segala sesuatu yang kita temui dengan panca indera kita, itu tak lepas dari sebuah ciri khususnya atau tanda pengenalnya.

Nah disini juga sama saja dan penting untuk kita ketahui serta kita kenali apa saja yang menjadi tanda khusus ( ciri khusus ) yang ada pada Jirim.

Ciri khusus yang wajib pada yang dinamakan jirim itu jumlahnya ada empat macem, yaitu :

  1. Jirim harus punya tempat
  2. Jirim harus Bergerak serta bergantian, antara diam dan bergeraknya.
  3. Jirim harus mempunyai sifat, seperti warna putih, hitam dan sebagainya, pendek tinggi, besar, dan kecil.
  4. Jirim harus terbungkus oleh arah ( Jihat ) yang Enam, yaitu: atas, bawah, depan, belakang, kanan dan kiri.

Secara nalar akal sehat, kalau ada sesuatu yang Wajib, sudah tentu ada kebalikannya, apa kebalikannya dari wajib..?

Kebalikan dari wajib itu adalah Mustahil. Adapun keMustahilan dari sebuah Jirim itupun jumlahnya ada Empat, yang empat itu adalah :

  1. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak mempunyai tempat.
  2. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak bergerak dan tidak diam berbarengan dalam satu Jirim dan dalam satu waktu.
  3. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak punya sifat.
  4. Tidak mungkin (Mustahil) Jirim tidak terkurung atau terbungkus oleh arah yang Enam tadi.

Nah itu penjelasan antara yang wajib bagi sebuah Jirim dan yang Mustahilnya.

Sekarang tinggal kita buka apa yang Wenang atau Jaiz untuk Jirim?

Adapun kewenangan Jirim pun itu ada Empat macem, diantaranya :

  1. Wenang bagi jirim mau bertempat disana ataupun disini.
  2. Wenang bagi jirim mau bersifat hitam ataupun putih dan sifat yang lainnya.
  3. Wenang bagi jirim mau diarah (jihat) di atas ataupun dibawah dan yang lainnya.
  4. Wenang bagi jiri mau bergerak ataupun diam.
Keterangan untuk mengenali apa yang disebut dengan Jirim

Nah sekarang yang terakhir dari apa yang disebut dengan Jirim, ialah sebuah Jirim bisa dikenali dengan adanya sebuah keterangan tentangnya.

Apa saja yang bisa dijadikan sebuah keterang bagi Jirim..??

Keterangan bagi Jirim itu terdiri dari Empat kata, diantaranya :

  • أَيْنَ (Ayna) = Dimana
  • مَتٰى (Mataa) = Kapan
  • كَيْفَ (Kayfa) = Bagaimana
  • كَمْ (Kam) = Berapa

Jadi kalau yang namanya Jirim itu bisa dipertanyakan oleh empat kata kata diatas dan pasti jawabannya akan menjadi sebuah keterangan.

Lain halnya dengan Alloh, karena Alloh itu tidak bisa dipertanyakan oleh pertanyaan – pertanyan yang empat tadi. Sebab Alloh itu bukan Jirim dan beda dengan semua Makhluknya (ciptaannya).

Adapun kalau jirim itu memiliki Sepuluh perkara dibawah ini :

  1. Sehat
  2. Sakit
  3. Kaya
  4. Miskin
  5. Suka
  6. Duka
  7. Perkasa
  8. Lemah
  9. Hidup
  10. Mati

Sekarang lengkaplah sudah sedikit ulasan tentang Jirim. Dan untuk selanjutnya mari kita menelaah lagi untuk sepuluh poin peringatan diatas.

Berhubung di bab ini bahasannya agak panjaaang jadi mau saya Cut dua nomer dulu, insya Alloh sambungannya ada dipostingan berikutnya. Yang akan mengurai pengetahuan tentang :

Jawhar

Jisim

Arodl

والله اعلم