HOME

Lathifah Istighfar

Lathifah ISTIGHFAR

Pada kesempatan kali ini Kami akan sedikit membahas tentang 14(EMPAT BELAS) TEMPAT yaitu istighfar yang
dikhususkan pada  empat belas tempat lahir dan
batin pada diri manusia yang terdiri dari :

7 (tujuh) tempat Dhahir yaitu :

  • Mata,
  • telinga,
  • hidung,
  • mulut,
  • tangan,
  • kaki,
  • syahwat dan perut

7 (tujuh) tempat bathin yaitu :

Lathifah istighfar

bukakitab.com

  • LATIFATUL QALBY letaknya berada dua jari di bawah susu kiri, di sinilah letak sifat-sifat kemusyrikan, kekafiran, ketahyulan, dan sifat-sifat iblis. Jika latifah ini selalu disucikan dengan memperbanyak istighfar maka akan terisi Iman, Islam, Ihsan, dan Ma’rifat.
  • LATIFATUR-ROH letaknya berada dua jari di bawah susu kanan, disinilah letak sifat binatang jinak (bahimiyah) yaitu sifat-sifat menuruti hawa nafsu. Jika latifah ini selalu disucikan dengan memperbanyak istighfar maka akan membuang sifat-sifat tersebut di atas sehingga hidupnya tidak menuruti kehendak hawa nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan namun selalu berada di dalam ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa.
  • LATIFATUS-SIRRI letaknya berada dua jari diatas susu kiri, disinilah letak sifat binatang buas (syabiyah) yaitu sifat dhalim, pemarah, pendendam. Jika latifah ini selalu disucikan dengan memperbanyak istighfar maka akan terisi sifat kasih sayang dan ramah tamah.
  • LATIFATUL-KHAFI letaknya berada dua jari diatas susu kanan, disinilah letak sifat-sifat pendengki, khianat (sifat syaithaniah). Jika latifah ini selalu disucikan dengan memperbanyak
    istighfar maka akan terisi sifat syukur dan sabar.
  •  LATIFATUL-AKHFA letaknya berada di tengah-tengah dada, disinilah letak sifat-sifat rabbaniyah, yaitu sifat-sifat riya’, sombong, membanggakan diri, memamerkan kebaikan diri (takabur, ujub, sum’ah). Jika latifah ini selalu disucikan dengan memperbanyak istighfar maka akan terisi sifat-sifati ikhlas, khusyu’, dan tawadhu’.
  • LATIFATUN-NAFSU NATIQO letaknya berada antara dua kening, disinilah letak “nafsu amarah” yaitu nafsu yang selalu mendorong kepada kejahatan. Jika latifah ini selalu disucikan dengan memperbanyak istighfar maka akan terisi sifat tentram dan pikiran tenang.
  • LATIFATUL-KULLU JASAD yang mengendarai seluruh tubuh jasmani, disinilah letaknya sifat
    jahil (bodoh) dan ghaflah (malas beribadah). Jika latifah ini selalu disucikan dengan memperbanyak
    istighfar maka akan terisi ilmu dan amal.

Cara Mengaplikasikannya

Adapun cara beristighfar untuk ke-14 (empat belas) tempat sebagaimana tersebut diatas yaitu dengan cara membaca :

 اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمِ اَلَّذِيْ لَا اِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ مِنْ جَـمِيْـعِ الْمَعَاصِيْ وَالذّنُوْبِ تَوْبَةً عَبْدِ الظَّالِمِ لَايَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ى ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاتًا وَلَا نُشُوْرًا

“ASTAGHFIRULLAAHAL ’ADHIIM ALLADZII LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUUM WA-ATUUBU ILAIH MIN JAMII’IL MA’AASHII WADZ_DZUNUUBI TAWBATAN ‘ABDIDH_DHOOLIMI LAA YAMLIKU LINAFSIHII DLORRON WALAA NAF’AN WALAA MAUTAN WALAA HAYAATAN WALAA NUSYUURON” 

dengan meletakkan telapak tangan kanan di masing-masing tempat
baik lahir maupun bathin sambil menghayati keluarnya kotoran-kotoran dosa yang berada pada tempat tersebut. Setelah membaca 14 istighfar tersebut di atas selanjutnya ditutup dengan membaca “Sayyidul Istighfar”/ Penghulu Istighfar:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ 

“ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA  KHALAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA
‘AALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU A-‘UUDZUBIKA MIN SYARRIMAA SHONA’TU ABUU-ULAKA BI NI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU-U BI DZANBII FAGHFIRLII FAINNAHUU LAA YAGHFIRUDZ-DZUNUU-BA ILLAA ANTA”

Artinya : “Yaa Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada
Tuhan yang berhak kusembah kecuali hanyaEngkau sendiri. Telah Engkau jadikan aku dan aku ini adalah hamba-Mu, dan berusaha sekuat tenaga untuk setia memegangang janji-Mu. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang terlanjur yang telah aku lakukan. Aku menyadari akan segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan aku tahu pula akan dosaku, maka ampunilah kiranya aku, karena sesungguhnya
tiadalah yang mengampuni dosaku itu hanya Engkau.”

Itu adalah tata cara doa pembersihan diri, langkah selanjutnya adalah PERILAKU SEHARI-HARI atau KELAKUAN KITA SEHARI-HARI HARUS MENCERMINKAN TAUBAT NASUHA (TAUBAT YANG SEBENAR-BENARNYA). Serta mengisinya
dengan perbuatan yang baik dan
sewajarnya.

Adapun tekhnik yang lain, yaitu dengan cara :

  1. Suci dari Hadats 2 (besar/kecil),
  2. Sholat Sunnah Taubat 2 Roak’at,
  3. Duduk rileks menghadap Qiblat,
  4. Bayangkan /Visualisasikan tiap titik yang terdapat pada gambar dibawah ini. Terakhir bayangkan seluruh tubuh kita.
  5. Baca ASTAGHFIRULLAAHAL ‘ADIIM 100/200x pada setiap titik Lathifah.

Nah pada cara atau tekhnik yang kedua ini secara bersamaan akan membuka hijab mata bathin kita, dan membuka kepekaan serta menambah ke Khusukan (fokus) dalam wirid.

Bacalah :

Kesimpulannya

Setelah kita Mengenal lathifah-lathifah dhohir dan batin serta mengenal tarekat sufi yang menjadi Acuan. Dalam pengamalan tarekat ini bertumpu kepada tradisi dan akhlak nubuwah (kenabian), serta mencakup secara esensial tentang jalan sufi dalam melewati maqomat dan ahwal tertentu. Setelah ia tersucikan jasmaniahnya, kemudian melangkah kepada aktivitas aktivitas, yang meliputi:

Baca Juga : Kisah Sufi ini

  • Pertama, Tazkiyah an nafs atau pensucian jiwa, artinya mensucikan diri dari berbagai kecenderungan buruk, tercela, dan hewani serta menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji dan malakuti.
  • Kedua, Tashfiyah al qalb, pensucian kalbu. Ini berarti menghapus dari hati kecintaan akan kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara dan kekhawatirannya atas kesedihan, serta memantapkan dalam tempatnya kecintaan kepada Allah semata.
  • Ketiga, Takhalliyah as Sirr atau pengosongan jiwa dari segenap pikiran yang bakal mengalihkan perhatian dari dzikir atau ingat kepada Allah.
  • Keempat, Tajalliyah ar Ruh atau pencerahan ruh, berarti mengisi ruh dengan cahaya Allah dan gelora cintanya.

 

Qasrun = Merupakan unsur jasmaniah, berarti istana yang menunjukan betapa keunikan struktur tubuh manusia.
Sadrun = (Latifah al-nafs) sebagai unsur jiwa
Qalbun = (Latifah al-qalb) sebagai unsur rohaniah
Fuadun = (Latifah al-ruh) Unsur rohaniah
Syagafun = (Latifah al-sirr) unsur rohaniah
Lubbun = (Latifah al-khafi) unsur rohaniah
Sirrun = (Latifah al-akhfa) unsur rohaniah.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam hadist qudsi:

“Aku jadikan pada tubuh anak Adam (manusia) itu qasrun (istana), di situ ada sadrun (dada), di dalam dada itu ada qalbu (tempat bolak balik ingatan), di dalamnya ada lagi fu’ad (jujur ingatannya), di dalamnya pula ada syagaf (kerinduan), didalamnya lagi ada lubbun (merasa terlalu rindu)  dan di dalam lubbun ada sirrun (mesra), sedangkan di dalam sirrun ada “Aku”.