SIFAT BASHOR

Sifat Bashor, Asslaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib Yang di Rahmati Alloh…. Lama kita tidak bersua dalam sebuah tulisan, dikarenakan kondisi kurang memungkinkan dan banyak kegiatan di dunia nyata, jadi terbengakalai semuanya. Untuk itu dari saya sebagai penulis menghaturkan berjuta Maaf yang tak terhingga.

Lihat ID Sang penulis dengan mengikuti tautan ini

Alangkah baiknya dalam kesempatan yang sangat berharga ini, kita langsung saja melanjutkan apa yang sedang kita bahas supaya tidak melebar kemana-mana. Karena jika tidak segera dilanjutkan, dikhawatirkan pengetahuan yang telah kita dapatkan dari bahasan Sifat Sama’ akan menggantung tidak ada kelanjutannya.

Silahkan dilihat bahasan sebelumnya :

Sifat Sama’

Jika sudah Anda lihat, sekarang kita tinggal melangkah pada Sifat Ma’ani yang lainnya yaitu sifat Bashor. Apa saja bahasan yang akan tertuang dalam tulisan kita ini…???

Read More

SIFAT SAMA’ Bagi Alloh

Sifat Sama' bagi Alloh

Sifat Sama’ bagi Alloh Alhamdulillah sahabat Bang Thoyyib,  sekarang kita sudah sampai pada bahasan sifat Ma’ani yang selanjutnya yaitu sifat Sama’. Namun Sebelum kita melanjutkan bahasan kita ini,  alangkah baiknya jika kita melihat-lihat lagi apa yang telah kita bahas sebelumnya yaitu sifat Ma’ani yang keempat.

Baca dahulu : Sifat Hayat

Nah Jika sahabat semua sudah membacanya, sekarang sudah saatnya kita melangkah pada sifat Ma’ani yang selanjutnya yaitu sifat Sama’ bagi Allah. Yang akan kita bahas disini tak lepas seperti bahasan-bahasan sebelumnya,  yaitu :

  • Pengertian/ ta’rif sifat sama’.
  • Muta’allaqnya sifat sama’
  • Masalah yang ada dalam sifat sama’
  • Dalil-dalil sifat sama’

Sudah siap untuk melanjukan bahasannnya…?

Saya yakin Anda semua sudah siap,  mari kita baca dan kita fahami dengan seksama ya, karena hanya kesungguh-sungguhanlah yang akan membuahkan sebuah ilmu manfaat bagi kita.

Pengertian/ ta’rif sifat sama’Bagi Alloh

Kita tidak akan mengetahui pada suatu bahasan permasalahan, jika kita tidak mendalami terlebih dahulu pengertian dari pokok bahasan tersebut. Maka dalam setiap bahasan yang terangkum dalam uraian ilmu Tauhid ini kita akan mengetahui atau membahas pengertiannya terlebih dahulu.

Adapun pengertian dari Sifat Sama’ bagi Alloh adalah sebagai berikut:

صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى متعلقةبجميع الموجودات من ذوات وأصوات على وجه الإحاطة تعلقا زائدا على تعلق العلم

Read More

QODLO DAN QODAR

qodlo dan qodar

(escincau.com) Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tentang Masalah Qodlo dan Qodar. Dan bahasan ini sebagai bukti dari postingan yang telah kita lewati, yaitu tertuang dalam kutipan Sifat Iradat.

Baca dahulu : SIFAT IRADAT

Alasan pembahasan Qodlo dan Qodar dibuat terpisah karena ini sangat berhubungan dengan Sifat Ma’ani yang Tiga, yaitu :

  1. Sifat Qudrat
  2. Sifat Iradat
  3. Sifat Ilmu

Dan kita dituntut untuk meyakini bahwa segala rupa perkara yang sudah terbukti atau hendak dibuktikan, entah itu perkara yang jelek ataupun baik, maka itu semua merupakan Qodlo dan Qodar dari-Nya. Yakni telah dipastikan dari zaman Azali, dan dikehendaki oleh Alloh Subhaanahu wa Ta’ala.

Dan itu sesuai dengan Firman Alloh yang tertuang dalam surat ar-Ra’du ayat 8 :

وَكُلُّ شَيْئٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ

Artinya :  Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

Dan juga seperti yang didawuhkan oleh Mustika Alam yaitu Kanjeng Nabi Muhammad Shollalloohu ‘Alayhi wasalam yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:

لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ بِاللّٰهِ حَتّٰى يُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهٖ وَشَرِّهٖ ( رواه الترمدى )

Artinya : Seorang hamba belum dikatakan beriman kepada Alloh sehingga dia beriman kepada bagus dan jeleknya sebuah kepastian dari Alloh (Qodar). Read More

SIFAT ILMU

Sifat ilmu

Sifat Ilmu (escincaucom) Assalaamu’alaykum Sahabat, Semoga selalu dalam Naungan Rohmat dan Maghfiroh-Nya. Bismillaahirrohmaanirrohiim, Sahabatku pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan ilmu Tauhid yang alhamdulillaah kita telah sampai pada bahasan Sifat Ma’ani.

Baca dahulu : Penjelasan dan Pembagian Sifat Ma’ani

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa sifat Ma’ani itu terdapat beberapa bagian, dan salahsatunya adalah sifat ilmu. Dan dalam susunannya berada setelah sifat Qudrat dan Iradat, alhamdulillaah kedua sifat itu telah dijelaskan dalam pembahasan :

Supaya tidak membuang waktu, kita mulai saja pembahasan kita kali ini. Yaitu bahasan dari sifat Ilmu.

Sifat Ilmu

Dalam uraian sifat ilmu ini yang akan kita bahas ada beberapa poin, diantaranya :

Read More

SIFAT IRADAT

Sifat Iradat

Sifat Iradat, escincau.com. Assalaamu’alaykum warohmatulloohi wa barokaatuh… Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, Marilah bahasan Sifat Ma’ani ini kita lanjutkan kembali. Dalam pembahasan yang lalu kita telah melihat sedikit uraian dari Sifat Ma’ani yang pertama yaitu Sifat Qudrat, dan disana tertuang bahwa sifat Qudrat itu erat kaitannya dengan Sifat Iradat.

Baca terlebih dahulu : SIFAT QUDRAT

Supaya tidak bertele-tele mari langsung saja kita melangkah pada bahasan Sifat Iradat tersebut, dan sebagai bahan bahasan alangkah baiknya kita ketahui apa saja yang akan dibahas saat ini. Yang akan kita bahas itu ada beberapa poin sahabatku diantaranya ;

  1. Pengertian sifat Iradat
  2. Ta’alluqnya sifat iradat
  3. Masalah Amar dan Iradat
  4. Dalil Sifat Iradat

Read More

ENAM RAHASIA MAKNA BERAPA

Assalaamu’alaykum, Bismillaah Alhamdulillaah, wash_sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosuulillaah, laahawla walaa quwwata ilaa billaah.Enam rahasia makna berapa ( كم ).

Enam rahasia makna Berapa
Berapa

Sahabat Bang Thoyyib yang dirahmati Alloh, karena kesibukan di dunia nyata berakibat pada terbengkalainya catatan yang saya garap ini. Tapi insya Alloh akan dirintis lagi sedikit demi sedikit supaya tidak tanggung menyimpulkan dalam pengetahuan ketuhanan kita dan yang akan kita bahas saat ini masih berkaitan dengan sifat wahdaniyyat yaitu enam rahasia makna berapa atau كَمْ.

ENAM RAHASIA MAKNA BERAPA

Seyogyanya kita mengetahui apa itu makna Kam ( كَمْ ), yang artinya Berapa. Yang disebut Kam itu adalah Suatu yang terbilang yakni perkara yang dapat dibagi, jika Juz atau bagiannya merangkap atau menyatu. Nah yang demikian itu disebut dengan Kam Muttashil.
Read More

SIFAT SALBIYYAH YANG KE EMPAT

Sifat salbiyyah yang ke empat

Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Selamat berjumpa kembali sahabat Bang Thoyyib, tak terasa ya bahasan kita sudah sampai pada sifat salbiyyah yang ke empat yaitu sifat Qiyamuhu binafsihi.

SIFAT SALBIYYAH YANG KE EMPAT adalah Sifat Qiyamuhu binafsihi

Jika kita amati dari posting-posting sebelumnya, dalam menyampaikan sifat demi sifat yang diuraikan selalu menyertakan Makna dari sifat itu.

Dan insya Alloh dalam uraian sifat salbiyah yang yang ke empat (Qiyamuhu binafsihi) pun demikian yaitu akan kita uraikan sebuah makna dari sifat Qiamuhu binafsihi.

Jika akan diuraikan makna sifat salbiyyah yang ke empat (Qiyamuhu binafsihi) mari kita simak dibawah ini :

وَمَعْنَاهُ أَنَّ ذَاتَ اللّٰهِ تَعَالٰى غَنِيَّةُ عَنْ كُلِّ مَحَلٍ أَيْ ذَاتٍ تَقُوْمُ بِهَا وَغَنِيَّةٌ أَيْضًا عَنْ مُخَصَّصٍ أَيْ مَوْجِدٍ لِأَنَّهُ الْمَوْجِدُ الْأَشْيَاءِ

Artinya : Yang dimaksud dengan Qiyamuhu binafsihi itu adalah ” Sesungguhnya Dzat Alloh itu Maha Kaya, yakni tidak membutuhkan Dzat yang lainnya untuk ditempati (sebab Alloh itu Dzat, bukan sifat yang membutuhkan tempat untuk bersemayam”. Read More

SIFAT SALBIYYAH YANG PERTAMA

SIFAT SALBIYYAH YANG PERTAMA

Assalaamu’alaykum Sahabat Bang Thoyyib, Dalam cuplikan Uraian Sifat Salbiyyah yang telah lalu disebutkan, bahwa sifat salbiyyah itu terdiri dari lima sifat. Dan Sifat Salbiyyah yang pertama itu adalah Sifat Qidam.

Sifat Salbiyyah yang Pertama

Kenapa sifat Qidam dijadikan yang pertama dalam sifat Salbiyyah…? Karena Sifat Qidamlah yang pertama menghilangkan sifat yang tak layak bagi Alloh Subhaanahu Wa Ta’alaa, sesuai dengan Maknanya, yaitu :

وَمَعْنٰى الْقِدَامُ هُوَ عَدَمُ الْأَوَّلِيَّةِ لِلْوُجُوْدِ

Artinya : ” Makna Qidam itu adalah pertama tanpa ada permulaannya (perintis) “.

Yakni tidak ada permulaan bagi Alloh serta Adanya itu tidak didahului oleh ketidakadaan. Lain halnya dengan kita atau Makhluk- makhluk yang lainnya, sebab kalau makhluk itu (termasuk kita) semuanya ada permulaannya serta adanya juga didahului oleh tidak ada.

Dengan demikian bisa kita tarik kesimpulan bahwa yang namanya Makhluk itu adalah sesuatu yang baru keberadaannya, dengan demikian maka Mustahil Alloh itu Dzat yang Baru. Karena kebalikan dari Sifat Qidam itu adalah Huduts ( حُدُوْث ) maknanya Baru, maka sangat Mustahil jika Alloh baru.

Sebab yang disebut dengan baru itu pasti ada permulaannya, atau didahului oleh tidak ada. Sedangkan makna Qidam menurut Lughat itu adalah Terdahulu atau Lama, atau sudah setahun atau lebih sama seperti makna dari lafadh Qodiim ( قَدِيْمٌ ) dalam Firman Alloh yang tertuang pada Surat : Yaasiin ayat 39 yang berbunyi:

 كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ

Artinya : “seperti mayang yang sudah tua”.

Kutipan ayat diatas mencontohkan sifat dikala awal tanggal Hijriyyah yang terlihat yang terlihat bak seperti mayang yang sudah lama atau tua (melengkung). Atau seperti Firman Alloh yang tertuang dalam Surat Yusuf ayat 95, yang berbunyi :

إِنَّكَ لَفِيْ ضَلَالِكَ الْقَدْيْمِ

Artinya : ” sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu”.

(Keluarganya berkata) kepadanya (Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu) kesalahanmu (yang dahulu) disebabkan kecintaanmu yang berlebihan terhadap Yusuf, dan harapanmu yang selalu tak padam untuk bersua kembali dengannya sekali pun sudah lama masanya.

Kata Qodim dalam dua ayat diatas itu adalah menurut Lughot (bahasa) sebab dipake untuk mensifat Makhluk tidak untuk dipakai men_sifati Dzat Alloh.

Pembagian Qidam

SIFAT SALBIYYAH YANG PERTAMA
Dahulukan adab sebelum ilmu

Read More

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD

Assalaamu’alaykum Sahabat… Alhamdulillaah kita dipertemukan kembali dan bisa melanjutkan lagi sebuah bahasan dari Sifat wujud, yang mana dalam bahasan sifat Nafsiyyah ini memang sangatlah panjang. Bahkan dalam mengurai sedikit Dalilnya pun lumayan juga sehingga untuk pembahasan sebuah Kesimpulan dari sifat wujud pun baru bisa termuat saat ini.

Baiklah sahabatku, supaya tidak menghabiskan waktu mari kita mulai saja membeberkan Kesimpulan dari sifat Wujud itu. Walhasil dari sifat wujud itu kita harus meyakini bahwa Alloh itu Wajibul Wujud artinya Dzat yang Wajib keberadaanya dan tidak bis dimengerti jika Alloh itu tidak ada serta akal tidak bisa menerima jika tidak ada.

Karena Wujudnya itu tidak memakai bahan atau asal, tidak pula pakai perantaraan, yakni tidak diciptakan oleh yang lain. Tapi wujudnya itu  Wujud Dzati artinya Dzatnya itu meng_Istilzam pada Wujudnya. Bukan Alloh mengadakan dzat sendiri, bukan pula menciptakan Dzatnya sendiri, karena mustahil ada perkara meng_ada_kan dirinya sendiri ( Yang tidak ada mau membuat yang tidak ada pula) jika demikian maka sangat tidak masuk Akal.

Lihat juga : Halaman Aqidatunnajiin

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD
pemanis saja

 

 

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD

 

Semua makhluk (tidak hanya Manusia) bersaksi akan wujudnya Alloh, yakni semuanya mengakui akan Wujudnya Alloh entah oleh lisannya ataupun tingkah lakunya, entah secara ikhlas atau terpaksa, terkecuali Manusia yang buta (dibutakan) mata hatinya. Seperti Firman Alloh :

وَعَلٰى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ

Artinya : ” Dan ditetapkannya penglihatan mereka itu suatu penghalang”.

Ma’rifatnya dilebur seperti Qaum Dahriyyah yang menolak akan adanya Tuhan (Alloh), sementara mereka men_Tuhankan zaman sebab anggapan mereka itu bahwa adanya dunia dan Rusaknya itu bergantung pada kejadian alam dan Zaman, bukan oleh Alloh.

Nah yang mempunyai keyakinan  demikian itu sudah cap sebagai Ahli Neraka, Na’uudzu billaahi min dzalik. Dengan demikian kita harus berhati-hati jangan sampai punya keyakina seperti itu, tapi pupuklah keyakinan kita bahwa segala apa yang ada, itu diciptakan oleh Alloh dan semuanya Alloh yang ngatur karena tidak ada satupun yang bisa keluar dari kekuasaan Alloh.

 

Macam-macam Wujud

Seyogyanya kita harus tahu bahwa Wujudnya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala itu adalah  Wujud Mahdlun ( محض ) atau disebut juga Wujud Dzatiyyun sebab yang disebut wujud itu ada 2 Macam, diantaranya :

  1. Wujud Mahdlun محضٌ
  2. Wujud Muqayyad مقيد

Setelah kita tahu bahwa wujud itu ada dua macam, terus kita juga harus tahu satu persatunya, mari kita lanjutkan lagi bahasan kita.

1. Wujud Mahdlun محض

Yang disebut dengan wujud Mahdlun itu adalah Wujud Murni atau disebut juga dengan Wujud Dzati.

Untuk penjelasan dari Wujud Mahdlun itu terdiri dari sifat – sifat berikut :

  1. Qidam
  2. Baqo’
  3. Mukhalafatun lil Hawaditsi
  4. Qiyamuhu binafsihi
  5. Wahdaniyyat

Nah yang lima sifat diatas itu termasuk kedalam Sifat Salbiyyah yang insya Alloh dalam bahasan yang akan datang akan kita ungkap juga. Yakni sifat yang menolak sifat yang tak layak bagi Alloh.

Serta dipake buat menjawab pertanyaan – pertanyaan

  • Ayna أين = Dimana
  • Kayfa كيف = Bagaimana
  • Mata متى = Kapan
  • Kam كم = Berapa

a. Jika ada orang yang bertanya Dimana Alloh, Ayna Alloh اين الله..??

Maka jawabannya : Alloh itu tidak dimana – mana, karena pertanyaan dimana itu mempertanyakan sebuah tempat, sebab Alloh itu yang mempunyai Sifat Qiyamuhu binafsihi.

Yakni Alloh itu berdiri sendiri ( kaya sebab Dzat bukan sifatnya, dan juga tidak membutuhkan akan tempat ) sebab Alloh itu bukan Jirim dan tidak terikat oleh Jihat “Arah” yang enam yaitu :

  1. Atas
  2. Bawah
  3. Barat
  4. Timur
  5. Utara
  6. Selatan

Read More

DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)

Melanjutkan bahasan yang tertunda dalam PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH yang belum tersampaikan yaitu Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) yang mana dalam mengutarakan dalil ini ada dua metode :

  1. Dalil Naqli.
  2. Dalil ‘Aqli.

Karena dalam menguraikan bahasan disini akan menggunakan kedua metode dalil tersebut.

Baca juga :Pengertian Dalil

Dengan demikian Sangatlah pantas jika kita mengetahui apa saja dalil dari sifat wujud itu.

1. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil Naqlinya

 

Yang menjadi dalil Naqli atau dalil hasil Nuqil dari ayat Al-Quran adalah dari Firman Alloh :

أَلَّذِى خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا …الاية

Artinya : ” Alloh itu yang menciptakan berlapis-lapis langit dan bumi, dan setiap perkara yang ada diantara langit dan bumi” ( Surat As-Sajdah ayat : 4)

Dan juga Firman Alloh dalam surat Al-Mujadilah ayat : 7 yang bunyinya :

مَا يَكُوْنُ مِنْ نَجْوٰى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَااَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا وَهُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَاكَانُوْا

Artinya : Tiada pembicaraan rahasia di antara tiga orang. melainkan Dia-lah yang keampat, dan tidaklah berlima melainkan Dialah yang Kenam. Dan tidak pula kurang dari demikian dan tidak lebih banyak melain- kan Dia ada serta mereka di mana saja mereka ada (oleh Ilmu-Nya).

Baca juga Versi Bahasa Sundanya : Dalil sifat wujud

2. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil ‘Aqlinya

Read More