Sekapur sirih

Sekapur sirih bukakitab.com Didalam blog ini insya Alloh akan mengulas garis besar dari Ilmu Tauhid atau Ushuluddin, yang mana ilmu ini sangatlah penting bagi kita semua.

Adapun posisi Ilmu tauhid atau Ushuluddin itu sendiri ibarata suatu pondasi dalam sebuah bangunan, makanya untuk memperkokohnya mari kita gali secara perlahan.

Ilmu Tauhid, ushuluddin

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillaahi wahdahu
Wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah~
Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa Aalihii wa man waalaah…
Tulisan di blog ini akan dinamai ” ‘Aqidatun najiin fii Ushuuluddiin” yang artinya ” Keyakinan orang-orang yang selamat” yang akan menjelaskan Dasar-dasar Agama. Atau disebut juga ” Ilmu Ushuluddin, atau Ilmu Tauhid”.

Sekapur sirih
[jetpack_subscription_form show_only_email_and_button=”true” custom_background_button_color=”undefined” custom_text_button_color=”undefined” submit_button_text=”Subscribe” submit_button_classes=”undefined” show_subscribers_total=”false” ]

Yaitu suatu Ilmu yang diperuntukkan supaya sampai pada keyakinan bahwa Alloh Ta’ala itu Maha Tunggal.
Yang menjadi motivasi bagi saya untuk nyusun tulisan disini adalah tiada lain tujuan yang paling utama, untuk mengingat-ingat pelajaran dulu waktu belajar ngaji di kampung.
Selain mengingat-ingat juga, masih tujuan utamanya : “Supaya anak-anakku kelak, gak hanyut dengan Modernisasi tekhnologi yang semakin hari semakin canggih”.

Dan juga banyak Ikhwan-ikhwan Muslim yang saya temui di Medsos supaya apa yang saya tulis pake Bahasa Nasional. Sementara tulisan aslinya pake bahasa lokal yaitu Bahasa sunda, bisa dilihat Disini
Dan saya hanya sekedar nyalin apa yg tertulis dalam kitab yang telah dirangkum oleh Guru-guru saya.

Penggagas

Dan hadirnya Tulisan Ilmu tauhid yaitu ” Aqidatun najin Fii Ushuluddin di blog yang sederhana ini, asal muasalnya atas permintaan Jama’ah pengajian rutin di : Madrasah Al-Falah, Kubang, Condong, Cibeureum, Tasikmalaya JAWA BARAT

Yaitu Murid-muridnya Syakhuna ” Ahmad Atsiruddin ( Kubang)

Mereka memohon pada penulis kitab supaya ngumpulin hasil dari Wejangan-wejangan Beliau terutama dalam Kajian Ilmu Ushuluddin, yang biasa di ajarkan oleh Beliau setiap pengajian Mingguan (seminggu sekali).
Dengan demikian Saya ” Penulis Kitab” berusaha mencari-cari semua tulisan Syaikhuna Ahmad Atsiruddin itu. Beliau wafat pada Tanggal : 22 Maulid 1394 H. Dan bertepatan dengan Tanggal : 15 April 1974 M.
Dan juga mengambil rujukan dari tulisan-tulisan Syaikhuna ” Muhammad Dimyathi Al-marhum”. Dan yang paling pasti merujuk dari kitab-kitab yang membahas tentang Ilmu Ushuliddin, Diantaranya :

Fathul Majid

As-Sanusiyyah

Kifayatul ‘Awam

Jawhar Tauhid

Tanwiirul Qulub

Tijanud Daruri

Nuurudh Dholam

Kasyifatus Saja

Dan masih banyak lagi kita-kitab yang lainnya. Intinya Penulis hanya sekedar Nukil, dan saya juga hanya sekedar mindahin tulisannya saja.

Terakhir seandainya pembaca Yang Budiman, menemukan suatu kesalahan dalam tulisan ini dari segi penempatan Dalil-dalil dan yang laennya. Maka itu mutlak kesalahan saya pribadi yang menyalin dan memlubliksaikannya.
Untuk itu saya sangat berharap Bapa, Ibu, dan sahabat-sahabat yang lainnya Berkenan untuk mengoreksinya, sehingga betul-betuk diteliti dulu dan Insya Alloh saya siap untuk berusaha membenahi kembali.
Dan semoga tulisan yang ada ini di Blog ini memberikan manfaat, khususnya buat saya dan keluarga. Umumnya, pembaca, sodara-sodara kaum Muslimin.

Aamiin

والسلام : الجامع والناقل، الذليل والحقير، والمفتقير الى رحمة المنان ومغفرة الرحمن. محمد عمران بن أحمد أثر الدين

Adapun yang tertuang didalam blog bukakitab ini antara lain :

Blog ini Berisikan :[

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

  1. Pengetahuan tentang Agama
  2. Ke Imanan
  3. Ke Islaman
  4. Ke Ihsanan

SIFAT BASHOR

Sifat Bashor, Asslaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib Yang di Rahmati Alloh…. Lama kita tidak bersua dalam sebuah tulisan, dikarenakan kondisi kurang memungkinkan dan banyak kegiatan di dunia nyata, jadi terbengakalai semuanya. Untuk itu dari saya sebagai penulis menghaturkan berjuta Maaf yang tak terhingga.

Lihat ID Sang penulis dengan mengikuti tautan ini

Alangkah baiknya dalam kesempatan yang sangat berharga ini, kita langsung saja melanjutkan apa yang sedang kita bahas supaya tidak melebar kemana-mana. Karena jika tidak segera dilanjutkan, dikhawatirkan pengetahuan yang telah kita dapatkan dari bahasan Sifat Sama’ akan menggantung tidak ada kelanjutannya.

Silahkan dilihat bahasan sebelumnya :

Sifat Sama’

Jika sudah Anda lihat, sekarang kita tinggal melangkah pada Sifat Ma’ani yang lainnya yaitu sifat Bashor. Apa saja bahasan yang akan tertuang dalam tulisan kita ini…???

Read More

SIFAT HAYAT ALLOH

Sifat Hayat Alloh

(escincau.com) Sifat Hayat Alloh, Assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang selalu di Rahmati Alloh. Agak telat nie melanjutkan bahasannya karena waktu yang kurang mendukung dan banyak urusan yang harus diselesaikan.
Supaya tidak menghabiskan waktu dengan celotehan yang kagak ada habisnya, maka mari kita lanjutkan saja bahasan kita yang terbengkalai dahulu yaitu kita masih membahas Bab sifat Ma’ani yang diawali dari Sifat :

  1. Qudrat
  2. Iradat
  3. Ilmu
  4. Dan sekarang Sifat Hayat Alloh

Jika kita urutkan maka Sifat Hayat Alloh ini termasuk pada deretan sifat Ma’ani yang ke Empat dan mempunyai posisi lain dari pada Sifat Ma’ani yang lainnya. Yang menjadi sebab sifat Hayat ini tidak sama dengan sifat-sifat ma’ani yang tiga diatas karena sifat Hayat Alloh itu tidak adanya Ta’alluq, Untuk lebih jelasnya silahkan lihat uraian terdahulu.
Lihat lagi : Uraian sifat Ma’ani

SIFAT HAYAT ALLOH

Read More

QODLO DAN QODAR

qodlo dan qodar

(escincau.com) Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tentang Masalah Qodlo dan Qodar. Dan bahasan ini sebagai bukti dari postingan yang telah kita lewati, yaitu tertuang dalam kutipan Sifat Iradat.

Baca dahulu : SIFAT IRADAT

Alasan pembahasan Qodlo dan Qodar dibuat terpisah karena ini sangat berhubungan dengan Sifat Ma’ani yang Tiga, yaitu :

  1. Sifat Qudrat
  2. Sifat Iradat
  3. Sifat Ilmu

Dan kita dituntut untuk meyakini bahwa segala rupa perkara yang sudah terbukti atau hendak dibuktikan, entah itu perkara yang jelek ataupun baik, maka itu semua merupakan Qodlo dan Qodar dari-Nya. Yakni telah dipastikan dari zaman Azali, dan dikehendaki oleh Alloh Subhaanahu wa Ta’ala.

Dan itu sesuai dengan Firman Alloh yang tertuang dalam surat ar-Ra’du ayat 8 :

وَكُلُّ شَيْئٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ

Artinya :  Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

Dan juga seperti yang didawuhkan oleh Mustika Alam yaitu Kanjeng Nabi Muhammad Shollalloohu ‘Alayhi wasalam yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:

لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ بِاللّٰهِ حَتّٰى يُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهٖ وَشَرِّهٖ ( رواه الترمدى )

Artinya : Seorang hamba belum dikatakan beriman kepada Alloh sehingga dia beriman kepada bagus dan jeleknya sebuah kepastian dari Alloh (Qodar). Read More

SIFAT ILMU

Sifat ilmu

Sifat Ilmu (escincaucom) Assalaamu’alaykum Sahabat, Semoga selalu dalam Naungan Rohmat dan Maghfiroh-Nya. Bismillaahirrohmaanirrohiim, Sahabatku pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan ilmu Tauhid yang alhamdulillaah kita telah sampai pada bahasan Sifat Ma’ani.

Baca dahulu : Penjelasan dan Pembagian Sifat Ma’ani

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa sifat Ma’ani itu terdapat beberapa bagian, dan salahsatunya adalah sifat ilmu. Dan dalam susunannya berada setelah sifat Qudrat dan Iradat, alhamdulillaah kedua sifat itu telah dijelaskan dalam pembahasan :

Supaya tidak membuang waktu, kita mulai saja pembahasan kita kali ini. Yaitu bahasan dari sifat Ilmu.

Sifat Ilmu

Dalam uraian sifat ilmu ini yang akan kita bahas ada beberapa poin, diantaranya :

Read More

SIFAT IRADAT

Sifat Iradat

Sifat Iradat, escincau.com. Assalaamu’alaykum warohmatulloohi wa barokaatuh… Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, Marilah bahasan Sifat Ma’ani ini kita lanjutkan kembali. Dalam pembahasan yang lalu kita telah melihat sedikit uraian dari Sifat Ma’ani yang pertama yaitu Sifat Qudrat, dan disana tertuang bahwa sifat Qudrat itu erat kaitannya dengan Sifat Iradat.

Baca terlebih dahulu : SIFAT QUDRAT

Supaya tidak bertele-tele mari langsung saja kita melangkah pada bahasan Sifat Iradat tersebut, dan sebagai bahan bahasan alangkah baiknya kita ketahui apa saja yang akan dibahas saat ini. Yang akan kita bahas itu ada beberapa poin sahabatku diantaranya ;

  1. Pengertian sifat Iradat
  2. Ta’alluqnya sifat iradat
  3. Masalah Amar dan Iradat
  4. Dalil Sifat Iradat

Read More

ENAM RAHASIA MAKNA BERAPA

Assalaamu’alaykum, Bismillaah Alhamdulillaah, wash_sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosuulillaah, laahawla walaa quwwata ilaa billaah.Enam rahasia makna berapa ( كم ).

Enam rahasia makna Berapa
Berapa

Sahabat Bang Thoyyib yang dirahmati Alloh, karena kesibukan di dunia nyata berakibat pada terbengkalainya catatan yang saya garap ini. Tapi insya Alloh akan dirintis lagi sedikit demi sedikit supaya tidak tanggung menyimpulkan dalam pengetahuan ketuhanan kita dan yang akan kita bahas saat ini masih berkaitan dengan sifat wahdaniyyat yaitu enam rahasia makna berapa atau كَمْ.

ENAM RAHASIA MAKNA BERAPA

Seyogyanya kita mengetahui apa itu makna Kam ( كَمْ ), yang artinya Berapa. Yang disebut Kam itu adalah Suatu yang terbilang yakni perkara yang dapat dibagi, jika Juz atau bagiannya merangkap atau menyatu. Nah yang demikian itu disebut dengan Kam Muttashil.
Read More

SIFAT SALBIYYAH YANG KE EMPAT

Sifat salbiyyah yang ke empat

Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Selamat berjumpa kembali sahabat Bang Thoyyib, tak terasa ya bahasan kita sudah sampai pada sifat salbiyyah yang ke empat yaitu sifat Qiyamuhu binafsihi.

SIFAT SALBIYYAH YANG KE EMPAT adalah Sifat Qiyamuhu binafsihi

Jika kita amati dari posting-posting sebelumnya, dalam menyampaikan sifat demi sifat yang diuraikan selalu menyertakan Makna dari sifat itu.

Dan insya Alloh dalam uraian sifat salbiyah yang yang ke empat (Qiyamuhu binafsihi) pun demikian yaitu akan kita uraikan sebuah makna dari sifat Qiamuhu binafsihi.

Jika akan diuraikan makna sifat salbiyyah yang ke empat (Qiyamuhu binafsihi) mari kita simak dibawah ini :

وَمَعْنَاهُ أَنَّ ذَاتَ اللّٰهِ تَعَالٰى غَنِيَّةُ عَنْ كُلِّ مَحَلٍ أَيْ ذَاتٍ تَقُوْمُ بِهَا وَغَنِيَّةٌ أَيْضًا عَنْ مُخَصَّصٍ أَيْ مَوْجِدٍ لِأَنَّهُ الْمَوْجِدُ الْأَشْيَاءِ

Artinya : Yang dimaksud dengan Qiyamuhu binafsihi itu adalah ” Sesungguhnya Dzat Alloh itu Maha Kaya, yakni tidak membutuhkan Dzat yang lainnya untuk ditempati (sebab Alloh itu Dzat, bukan sifat yang membutuhkan tempat untuk bersemayam”. Read More

DALIL SIFAT WUJUD (SIFAT NAFSIYYAH)

Melanjutkan bahasan yang tertunda dalam PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH yang belum tersampaikan yaitu Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) yang mana dalam mengutarakan dalil ini ada dua metode :

  1. Dalil Naqli.
  2. Dalil ‘Aqli.

Karena dalam menguraikan bahasan disini akan menggunakan kedua metode dalil tersebut.

Baca juga :Pengertian Dalil

Dengan demikian Sangatlah pantas jika kita mengetahui apa saja dalil dari sifat wujud itu.

1. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil Naqlinya

 

Yang menjadi dalil Naqli atau dalil hasil Nuqil dari ayat Al-Quran adalah dari Firman Alloh :

أَلَّذِى خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَابَيْنَهُمَا …الاية

Artinya : ” Alloh itu yang menciptakan berlapis-lapis langit dan bumi, dan setiap perkara yang ada diantara langit dan bumi” ( Surat As-Sajdah ayat : 4)

Dan juga Firman Alloh dalam surat Al-Mujadilah ayat : 7 yang bunyinya :

مَا يَكُوْنُ مِنْ نَجْوٰى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَااَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا وَهُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَاكَانُوْا

Artinya : Tiada pembicaraan rahasia di antara tiga orang. melainkan Dia-lah yang keampat, dan tidaklah berlima melainkan Dialah yang Kenam. Dan tidak pula kurang dari demikian dan tidak lebih banyak melain- kan Dia ada serta mereka di mana saja mereka ada (oleh Ilmu-Nya).

Baca juga Versi Bahasa Sundanya : Dalil sifat wujud

2. Dalil sifat wujud (sifat Nafsiyyah) Dalil ‘Aqlinya

Read More

PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH

Ahamdulillah Sahabat, kita masih dipercaya oleh-Nya tuk menatap indahnya Alam semesta. Yang mana Alam semesta ini adalah sebuah Dalil atau alasan akan adanya Sang pencipta. Fainsya Alloh dalam postingan PENJABARAN SIFAT NAFSIYYAH ini akan kita uraikan.

Karena dalam ulasan yang lalu yaitu dalam pembabaran 4 BAGIAN PENTING YANG HARUS DIKETAHUI DARI SIFAT 20 dan disana ada ulasan diantaranya Sifat Nafsiyyah, dan disana pun telah diulas bahwa sifat nafsiyyah itu hanya ada Satu sifat yaitu Sifat Wujud yang artinya Ada.

 

Penjabaran sifat Nafsiyyah (sifat Wujud)

 

Dan saat inipun akan kita bahas, pengertian dari sifat wujud itu. Pengertian dari sifat wujud itu adalah :

اَلْوُجُوْدُ هُوَ اِثْبَاتُ الشَّيْئِ وَتَحْقِيْقُهُ بِحَيْثُ يَصِحُّ اَنْ يُرٰى

Artinya : ” Wujud itu adalah Tetapnya suatu perkara yang sesuai dengan kenyataannya, sehingga terlihat Sah “.

Alloh Ta’alaa itu wajib keberadaannya dan adanya itu oleh Dzatnya, serta adanya Alloh itu tidak ada awalannya dan tidak ada Akhirannya pula (Abadi/Langgeng).

Adapun kebalikan dari Sifat Wujud itu adalah ‘Adamun yang artinya tidak ada. Jadi Mustahil dan sangat tidak masuk akal jika Alloh itu tidak ada.

Namun dalam kata Wujud yang berarti ada itu ada perbedaan pendapat diantara para Ulama di bidang ini. tapi kita tidak usah khawatir dengan perbedaan itu karena semuanya akan menjadi sebuah ilmu yang akan menjadi sebuah penerang kelak bagi kita.

Apa saja perbedaan itu ?

a. Penjabaran sifat Nafsiyyah menurut Imam Ar-Razi ( الرزي ) beserta Jama’ahnya

 

Arti Wujud menurut faham Imam Ar-Razi beserta Jama’ahnya itu adalah sebagai berikut :

أَلْوُجُدُ غَيْرُ الْمَوْجُوْدِ

Artinya : ” Yang dimaksud dengan Wujud itu adalah bukan Dzatnya yang ada, melainkan sifat perantara ada dan tiada, maka ini termasuk kedalam sifatul Hal ( حال )”.

Dengan demikian maka tidaklah naik pada level Mawjud (موجد ) dan tidak pula turun ke level Ma’dum ( معدوم ) karena wujud itu sifat Hal. Dan jika Wujud termasuk kedalam Sifat Hal, maka wujud itu tetap dan nampak berada diluar pada pembuktiannya ( Nafsul Amri / نفس الامر )nya.

 

b. Penjabaran sifat Nafsiyyah menurut Abul Hasan al-Asy’ariy

 

Kalau penjabaran Sifat Nafsiyyah menurut Qaul Abul Hasan al-Asy’ary itu adalah sebagai berikut :

 أَلْوُجُوْدُ عَيْنُ الْمَوْجُوْدِ، بِمَعْنٰى أَنَّهُ لَيْسَ زَائِدًا عَلٰى ذَاتِ الْمَوْجُوْدِ

Artinya : ” Wujud itu adalah Dzat yang ada, serta maknanya Wujud itu tidak melebihi pada adanya Dzat”.

Dengan demikian, maka makna Wujud itu termasuk kedalam Amrun I’tibariyyun ( امر اعتباريٌّ / perkara yang dikira-kirakan). Jadi wujud itu tidak tetap diluar hati tapi perkiraan dalam hati saja. Untuk penjelasan lebih terperinci silahkan dilihat dalam kitab Fathul Majid halaman 5-6.

Baca juga : Rindu kekasih

Read More