SIFAT BASHOR

Sifat Bashor, Asslaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib Yang di Rahmati Alloh…. Lama kita tidak bersua dalam sebuah tulisan, dikarenakan kondisi kurang memungkinkan dan banyak kegiatan di dunia nyata, jadi terbengakalai semuanya. Untuk itu dari saya sebagai penulis menghaturkan berjuta Maaf yang tak terhingga.

Lihat ID Sang penulis dengan mengikuti tautan ini

Alangkah baiknya dalam kesempatan yang sangat berharga ini, kita langsung saja melanjutkan apa yang sedang kita bahas supaya tidak melebar kemana-mana. Karena jika tidak segera dilanjutkan, dikhawatirkan pengetahuan yang telah kita dapatkan dari bahasan Sifat Sama’ akan menggantung tidak ada kelanjutannya.

Silahkan dilihat bahasan sebelumnya :

Sifat Sama’

Jika sudah Anda lihat, sekarang kita tinggal melangkah pada Sifat Ma’ani yang lainnya yaitu sifat Bashor. Apa saja bahasan yang akan tertuang dalam tulisan kita ini…???

Read More

SIFAT HAYAT ALLOH

Sifat Hayat Alloh

(escincau.com) Sifat Hayat Alloh, Assalaamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh, Sahabat Bang Thoyyib yang selalu di Rahmati Alloh. Agak telat nie melanjutkan bahasannya karena waktu yang kurang mendukung dan banyak urusan yang harus diselesaikan.
Supaya tidak menghabiskan waktu dengan celotehan yang kagak ada habisnya, maka mari kita lanjutkan saja bahasan kita yang terbengkalai dahulu yaitu kita masih membahas Bab sifat Ma’ani yang diawali dari Sifat :

  1. Qudrat
  2. Iradat
  3. Ilmu
  4. Dan sekarang Sifat Hayat Alloh

Jika kita urutkan maka Sifat Hayat Alloh ini termasuk pada deretan sifat Ma’ani yang ke Empat dan mempunyai posisi lain dari pada Sifat Ma’ani yang lainnya. Yang menjadi sebab sifat Hayat ini tidak sama dengan sifat-sifat ma’ani yang tiga diatas karena sifat Hayat Alloh itu tidak adanya Ta’alluq, Untuk lebih jelasnya silahkan lihat uraian terdahulu.
Lihat lagi : Uraian sifat Ma’ani

SIFAT HAYAT ALLOH

Read More

SIFAT ILMU

Sifat ilmu

Sifat Ilmu (escincaucom) Assalaamu’alaykum Sahabat, Semoga selalu dalam Naungan Rohmat dan Maghfiroh-Nya. Bismillaahirrohmaanirrohiim, Sahabatku pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan ilmu Tauhid yang alhamdulillaah kita telah sampai pada bahasan Sifat Ma’ani.

Baca dahulu : Penjelasan dan Pembagian Sifat Ma’ani

Dalam kutipan diatas dijelaskan bahwa sifat Ma’ani itu terdapat beberapa bagian, dan salahsatunya adalah sifat ilmu. Dan dalam susunannya berada setelah sifat Qudrat dan Iradat, alhamdulillaah kedua sifat itu telah dijelaskan dalam pembahasan :

Supaya tidak membuang waktu, kita mulai saja pembahasan kita kali ini. Yaitu bahasan dari sifat Ilmu.

Sifat Ilmu

Dalam uraian sifat ilmu ini yang akan kita bahas ada beberapa poin, diantaranya :

Read More

SIFAT IRADAT

Sifat Iradat

Sifat Iradat, escincau.com. Assalaamu’alaykum warohmatulloohi wa barokaatuh… Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, Marilah bahasan Sifat Ma’ani ini kita lanjutkan kembali. Dalam pembahasan yang lalu kita telah melihat sedikit uraian dari Sifat Ma’ani yang pertama yaitu Sifat Qudrat, dan disana tertuang bahwa sifat Qudrat itu erat kaitannya dengan Sifat Iradat.

Baca terlebih dahulu : SIFAT QUDRAT

Supaya tidak bertele-tele mari langsung saja kita melangkah pada bahasan Sifat Iradat tersebut, dan sebagai bahan bahasan alangkah baiknya kita ketahui apa saja yang akan dibahas saat ini. Yang akan kita bahas itu ada beberapa poin sahabatku diantaranya ;

  1. Pengertian sifat Iradat
  2. Ta’alluqnya sifat iradat
  3. Masalah Amar dan Iradat
  4. Dalil Sifat Iradat

Read More

SIFAT SALBIYYAH YANG KEDUA

Sifat salbiyyah yang kedua

Bismillaahirrohmaanirrohiim, Assalaamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh Sifat Salbiyyah yang kedua …

Sahabat Bang Thoyyib yang di Rahmati Alloh, selamat berjumpa kembali semoga Rahmat Alloh selalu tercurah kepada kita yang insya Alloh sedang mengingat, mempelajari, dan menggali sifat-sifat Alloh yang maha suci.

Jika Bahasan kita yang kemaren adalah mengetahui uraian sifat salbiyyah dan dilanjut dengan bahasan sifat salbiyyah yang pertama yaitu sifat Qidam, maka sekarang kita akan coba membahas sifat Salbiyyah yang kedua yaitu sifat Baqo’.

Sifat Salbiyyah yang kedua

 

Sekarang marilah kita mulai apa itu sifat salbiyyah yang kedua…? Dan apa makna dari sifat Baqo’…? Read More

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD

Assalaamu’alaykum Sahabat… Alhamdulillaah kita dipertemukan kembali dan bisa melanjutkan lagi sebuah bahasan dari Sifat wujud, yang mana dalam bahasan sifat Nafsiyyah ini memang sangatlah panjang. Bahkan dalam mengurai sedikit Dalilnya pun lumayan juga sehingga untuk pembahasan sebuah Kesimpulan dari sifat wujud pun baru bisa termuat saat ini.

Baiklah sahabatku, supaya tidak menghabiskan waktu mari kita mulai saja membeberkan Kesimpulan dari sifat Wujud itu. Walhasil dari sifat wujud itu kita harus meyakini bahwa Alloh itu Wajibul Wujud artinya Dzat yang Wajib keberadaanya dan tidak bis dimengerti jika Alloh itu tidak ada serta akal tidak bisa menerima jika tidak ada.

Karena Wujudnya itu tidak memakai bahan atau asal, tidak pula pakai perantaraan, yakni tidak diciptakan oleh yang lain. Tapi wujudnya itu  Wujud Dzati artinya Dzatnya itu meng_Istilzam pada Wujudnya. Bukan Alloh mengadakan dzat sendiri, bukan pula menciptakan Dzatnya sendiri, karena mustahil ada perkara meng_ada_kan dirinya sendiri ( Yang tidak ada mau membuat yang tidak ada pula) jika demikian maka sangat tidak masuk Akal.

Lihat juga : Halaman Aqidatunnajiin

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD
pemanis saja

 

 

KESIMPULAN DARI SIFAT WUJUD

 

Semua makhluk (tidak hanya Manusia) bersaksi akan wujudnya Alloh, yakni semuanya mengakui akan Wujudnya Alloh entah oleh lisannya ataupun tingkah lakunya, entah secara ikhlas atau terpaksa, terkecuali Manusia yang buta (dibutakan) mata hatinya. Seperti Firman Alloh :

وَعَلٰى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ

Artinya : ” Dan ditetapkannya penglihatan mereka itu suatu penghalang”.

Ma’rifatnya dilebur seperti Qaum Dahriyyah yang menolak akan adanya Tuhan (Alloh), sementara mereka men_Tuhankan zaman sebab anggapan mereka itu bahwa adanya dunia dan Rusaknya itu bergantung pada kejadian alam dan Zaman, bukan oleh Alloh.

Nah yang mempunyai keyakinan  demikian itu sudah cap sebagai Ahli Neraka, Na’uudzu billaahi min dzalik. Dengan demikian kita harus berhati-hati jangan sampai punya keyakina seperti itu, tapi pupuklah keyakinan kita bahwa segala apa yang ada, itu diciptakan oleh Alloh dan semuanya Alloh yang ngatur karena tidak ada satupun yang bisa keluar dari kekuasaan Alloh.

 

Macam-macam Wujud

Seyogyanya kita harus tahu bahwa Wujudnya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala itu adalah  Wujud Mahdlun ( محض ) atau disebut juga Wujud Dzatiyyun sebab yang disebut wujud itu ada 2 Macam, diantaranya :

  1. Wujud Mahdlun محضٌ
  2. Wujud Muqayyad مقيد

Setelah kita tahu bahwa wujud itu ada dua macam, terus kita juga harus tahu satu persatunya, mari kita lanjutkan lagi bahasan kita.

1. Wujud Mahdlun محض

Yang disebut dengan wujud Mahdlun itu adalah Wujud Murni atau disebut juga dengan Wujud Dzati.

Untuk penjelasan dari Wujud Mahdlun itu terdiri dari sifat – sifat berikut :

  1. Qidam
  2. Baqo’
  3. Mukhalafatun lil Hawaditsi
  4. Qiyamuhu binafsihi
  5. Wahdaniyyat

Nah yang lima sifat diatas itu termasuk kedalam Sifat Salbiyyah yang insya Alloh dalam bahasan yang akan datang akan kita ungkap juga. Yakni sifat yang menolak sifat yang tak layak bagi Alloh.

Serta dipake buat menjawab pertanyaan – pertanyaan

  • Ayna أين = Dimana
  • Kayfa كيف = Bagaimana
  • Mata متى = Kapan
  • Kam كم = Berapa

a. Jika ada orang yang bertanya Dimana Alloh, Ayna Alloh اين الله..??

Maka jawabannya : Alloh itu tidak dimana – mana, karena pertanyaan dimana itu mempertanyakan sebuah tempat, sebab Alloh itu yang mempunyai Sifat Qiyamuhu binafsihi.

Yakni Alloh itu berdiri sendiri ( kaya sebab Dzat bukan sifatnya, dan juga tidak membutuhkan akan tempat ) sebab Alloh itu bukan Jirim dan tidak terikat oleh Jihat “Arah” yang enam yaitu :

  1. Atas
  2. Bawah
  3. Barat
  4. Timur
  5. Utara
  6. Selatan

Read More

PENGENALAN ‘AQOID ILAAHIYYAT

Alhamdulillaah sahabat ES CINCAU BANG THOYYIB kita bisa dipertemukan kembali dalam rangka mensyukuri anugrah Ilahi yang tak kan bisa kita perinci satu per satu, dan dalam pertemuan kita kali ini kita akan mulai memasuki pintu gerbang dari seluruh isi dari blog ini, dan sebelum kita melangkah lebih jauh kedepan alangkah baiknya kita uraikan terlebih dahulu tentang pengenalan ‘aqoid ilaahiyyat.

PENGENALAN ‘AQOID ILAAHIYYAT

 

Dalam Bahasan pertam ini akan menguraikan Sifat-sifat atau masalah yang berkaitan erat dengan Aqidah serta menjelaskan sifat-sifat keTuhanan.

Maka diwajibkan pada setiap orang mukalaf, harus ma’rifat ( tau, ngerti ) serta meyakini pada sifat-sifat yang wajib, mustahil, dan wenang bagi Alloh secara Ijmal dan Tafshil.

  • Ijmal adalah secara garis besarnya atau secara Global.
  • Tafshil adalah perincian secara mendetil.

Read More

MA’RIFAT YANG MANA???

Bagi sebagian orang mungkin sangat familiar dengan kata-kata ini (Ma’rifat) namun bagi sebagian lainnya ada juga yang risih, nyinyir, mencela, menyesatkan, dan banyak lagi kata-kata yang lainnya. Namun dalam postingan kali ini sangat patut dipertanyakan Ma’rifat yang mana??? yang akan kita bahas, jangan-jangan tidak sesuai dengan Syari’at.

Jika melihat judul diatas (Ma’rifat yang mana???) berarti ada beberapa ma’rifat dong???

Jawabannya Iya. Yang menjadi alasan, karena secara harfiah Ma’rifat itu mempunyai makna (kenal) atau mengetahui dengan sesungguh-sungguh. Namum masih bersifat umum karena apapun dan siapapun yang kita ketahui dan kenali, itu bisa juga disebut dengan ma’ifat.

Namun yang akan kita bahas disini Ma’rifat yang masuk kedalam kategori Wajib bagi setiap orang yang baligh dan berakal sehat ( Mukallaf ). Ma’rifat yang mana yang wajib bagi mukallaf..??

Jawaban pertanyaan Ma’rifat yang mana???

 

Yaitu Ma’rifat yang sesuai dengan Firman Alloh :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاإلٰه إلاالله 

Artinya : “Ketahuilah.!! Bahwa sesungguhnya tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Alloh ( QS : Muhammad : 19). Read More

LANJUTAN MABADI ILMU TAUHID

Lanjutan mabadi ilmu tauhid

Selamat berjumpa kembali Saudaraku, tak terasa langkah kita sudah semakin jauh ya….? Berhubung dalam bahasan MABADI ILMU TAUHID belum terselesaikan, karena keburu pusing kepalanya. Maka sekarang mari kita mencoba untuk mengutip Lanjutan Mabadi Ilmu Tauhid.

Dalam lanjutan Mabadi ilmu tauhid yang belum kelar itu masih ada Lima poin, jadi sekarang kita hanya akan melanjutkan poin berikutnya, yaitu poin yang ke Enamnya.

Dan poin yang ke Enam itu adalah :

6. Wadli’ Ilmu Tauhid

 

Yang disebut dengan Wadli’nya ilmu Tauhid itu adalah Orang yang pertama menyusunkan ilmu tauhid, perlu kita ketahui bahwa orang yang pertama nyusun Ilmu tauhid itu ialah :

وَوَاضِعُهُ اَبُو الْحَسَنْ اَلْاَشْعَرِيُّ وَمُتَابِعُهُ وَاَبُو مَنْصُوْر اَلْمَاتُرِدِيُّ وَمُتَابِعُهُ


WA WADLI’UHUU ABUL-HASAN AL-ASY’ARIYYU WA MUTAABI’UHUU WA ABU MANSHUR AL-MAATURIDIYYU WA MUTAABI’UHUU.

Artinya : ” Orang pertama yang menyusunkan ilmu ketauhidan ialah ; Imam Abul Hasan al-Asy’ariy beserta pengikut-pengikutnya dan juga Imam Abul Manshur al-Maturidiy beserta pengikut-pengikutnya”.

Namun sejatinya Ilmu Tauhid itu sudah ada sejak zaman Nabi Adam ‘alayhis salam sampai pada zaman Kangjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alayhi wasallam. Karena semua para Rasul itu mendakwahkan Tauhid pada umat-umatnya, bahkan diutusnya pun diperintah supaya mengajak Tauhid.

Baca jugaAwwaluddin Ma’rifatulloh

Read More

RAHASIA DIBALIK HUKUM ADAT

RAHASIA DIBALIK HUKUM ADAT, Dalam kehidupan sehari – hari kita tak lepas dari apa yang namanya sebuah hukum, karena aman dan damainya suatu tatanan hidup karena semuanya dinaungi oleh sebuah landasan HUKUM, termasuk hukum adat. 

Terus hukum apa saja yang akan dikemukakan disini…. ????

RAHASIA DIBALIK HUKUM ADAT
Tasbih

Fainsya Alloh yang akan kita telaah disini dan saat ini adalah sebuah hukum yang ada kaitan dengan ilmu ushuluddin dan setelah dalam bab sebelumnya yang telah kita ulas sealakadarnya saja. Tapi walaupun demikian semoga saja memberi manfa’at bagi kita semua. Aamiin…

Nah dalam pertemuan kita kali ini yang akan dituangkan escincau.com adalah ulassan tentang HUKUM ADAT . Dalam uraian hukum adat ini kita akan menemukan berbagai hal yang erat kaitannya dengan ilmu ushuluddin dan aqidah kita, diantaranya :

-Pengertian Hukum adat

-Pembagian Hukum adat

Pengertian hukum Adat

Mari sekarang kita melangkah lagi pada sebuah uraian yang akan membuka sedikit uraian tentang hukum adat. Adapun sebuah pengertian dari hukum adat itu adalah sebagai berikut ;

وَالْحُكْمُ الْعَادِيُّ هُوَ اِثْبَاتُ اَمْرٍ لِاَمْرٍ اٰخَرَ اَوْ نَفْيُهُ عَنْهُ بِوَاسِطَةِ التَّكْرِيْرِ اَيْ وَاسِطَةِ الْقِراٰنِ بَيٍنَهُمَا

Artinya : ” Yang disebut dengan hukum adat itu adalah Penetapan suatu perkara pada perkara yang lainnya, atau tidak menetapkannya dengan perantaraan yang bolak-balik yakni berbarengan diantara beberapa kali kejadian”.

Nanun hukum adat itu sangat Sah ketidak tepatannya dan sangat pantas untuk salah, kita ambil contoh gini : ” Adanya kenyang setelah makan dan lain-lainnya “.

Nah contoh diatas tadi itu sah jika menurut pada hukum adat, karena bukan hanya satu kali-dua kali kejadiannya selalu begitu. Tapi Sah juga seandainya tidak demikianpun (contoh diatas), sebab tidak apa-apa pula jika sehabis makan tidak ada kenyang pun, bahkan malah lumpuh sekalipun. Atau bahkan tidak menutup kemungkinan jika perut kenyang tapi tidak makan dan minum sekalipun.

Yang demikian itu kategori hukum menurut adat atau kebiasaan yang telah kita temui saat ini. Sekarang tinggal kita menambah langkah pada Bab selanjutnya, yaitu : Bagian-bagian dari hukum adat.

 

Bagian – bagian dari Hukum adat

 

Setelah kita sedikit mengetahui akan gambaran atau pengertian dari Hukum adat, maka untuk poin selanjutnya kita akan mencoba untuk mengetahui Bagian-bagiannya.

Dan Untuk bagaian-bagian dari hukum adat itu terdapat 4 ( Empat) bagian, diantaranya :

1. Robthu wujuudin bi wujuudin

Read More